CONTOH LAPORAN AKTUALISASI CPNS
CONTOH LAPORAN AKTUALISASI DAN HABITUASI
NILAI-NILAI DASAR ASN
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI BIDANG MAPEL AGAMA ISLAM PADA KELAS 7B DI SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SUKOHARJO
DISUSUN OLEH:
Nama : Ari Maryanto
NIP : 19890103 201902 1 002
Gol/Angkatan : III/ X
No. Presensi : 38
Jabatan : Guru Agama Islam
Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 3 Mojolaban
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN
HABITUASI NILAI-NILAI DASAR ASN
Judul : Optimalisasi Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Di Bidang Mapel Agama Islam Pada
Kelas 7 B Di SMP Negeri 3 Mojolaban
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sukoharjo
Nama : Ari Maryanto
NIP : 19890103 201902 1 002
Angkatan : X
No. Presensi : 38
Disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 12 Juni 2019
Tempat : Sukoharjo
Sukoharjo, 12 Juni 2019
Peserta Diklat
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
Diperiksa dan disetujui oleh:
Pembimbing Mentor
Drs. Heru Gunawan, M.M. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi.
Widyaiswara Ahli Muda Pembina Tk 1
NIP. 19691109 199003 1 006 NIP.19660706 198903 1 012
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL: LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI BIDANG MAPEL AGAMA ISLAM PADA KELAS 7B DI SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SUKOHARJO
TELAH DISEMINARKAN:
Di : Sukoharjo
Pada Tanggal : 12 Juni 2019
Peserta Diklat
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
Pembimbing Mentor
Drs. Heru Gunawan, M.M. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi.
Widyaiswara Ahli Muda Pembina Tk 1
NIP. 19691109 199003 1 006 NIP.19660706 198903 1 012
Narasumber
Ir. Iman Kridarso, M.Si.
Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19600207 198603 1 015
PRAKATA
Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarakatuh,
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang selalu melimpahkan kebaikan, rahmat, dan nikmat-Nya, Rancangan “Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Aneka Profesi Guru Kelas SMP Negeri 3 Mojolaban” akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam penyusun panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.Penyusun berharap melalui rancangan aktualisasi ini pembaca dapat memahami berbagai upaya untuk mengaktualisasian nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionaliseme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Penyusun menyadari rancangan aktualisasi ini jauh dari sempurna.Penyusunan rancangan aktualisasi ini dapat selesai atas partisipasi dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penyusun menyampaikan terimakasih kepada:
1. Drs. Mohammad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah,
2. Joko Triyono, S.H., M.H. selaku Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Sukoharjo,
3. Ir. Iman Kridarso, M.Si. sebagai Narasumber yang telah memberikan saran demi sempurnanya rancangan aktualisasi ini,
4. Drs. Heru Gunawan, M.M. Sebagai pembimbing yang telah membantu dan membimbing penyusunan aktualisasi ini,
5. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi. selaku mentor yang telah mengarahkan dan membimbing penyusunan aktualisasi ini,
6. Para Widyaiswara Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan pengetahuan, motivasi, dan bimbingan selama persiapan laporan aktualisasi,
7. Guru-guru SMP Negeri 3 Mojolaban yang telah mengarahkan, membantu dan memberikan motivasi dalam penyusunan laporan aktualisasi,
8. Teman-teman peserta latihan dasar CPNS 2019 angkatan X dan angkatan XI yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman serta memberikan memotivasi,
9. Seluruh keluarga yang telah membantu dan memberikan motivasi,
10. Semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan aktualisasi ini yang tidak bisa penyusun sebutkan satu persatu,
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membalas kebaikan kepada beliau semua. Penyusun berharap rancangan aktualisasi ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sukoharjo, 22 April 2019
Penyusun,
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii
PRAKATA ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI ......................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ 1
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah ..................................... 3
C. Tujuan ....................................................................................... 11
D. Manfaat ................................................................................... 11
BAB II TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi ....................................................................... 13
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat .................................................. 22
C. Role Model ............................................................................... 25
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA ................................................................ 27
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi ................................................. 42
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ........................... 44
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI – HABITUASI
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar ANEKA ............................................................................ 45
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA ............. 54
BAB V PENUTUP
A. Simpulan ................................................................................... 57
B. Rekomendasi ............................................................................. 59
C. Rencana Aksi .............................................................................. 60
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 56
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .................................................................. 57
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Identifikasi Isu-Isu di SMP Negeri 3 Mojolaban .................... 3
Tabel 1.2 Tabel Parameter APKL ........................................................ 5
Tabel 1.3 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL ............. 5
Tabel 1.4 Indikator Metode USG ......................................................... 7
Tabel 1.5 Tabel Parameter USG ......................................................... 8
Tabel 1.6 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG ................. 8
Tabel 1.7 Gagasan Kegiatan dan Aktor ................................................. 9
Tabel 2.1 Data Siswa Tiga Tahun Terakhir .......................................... 15
Tabel 2.2 Data Ruang ............................................................................ 15
Tabel 2.3 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan ............................. 17
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ......................................... 31
Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................ 42
Tabel 3.3 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala ....................... 44
Tabel 4.1 Capaian Kegiatan Aktualisasi 1 ............................................. 45
Tabel 4.2 Capaian Kegiatan Aktualisasi 2 ............................................. 47
Tabel 4.3 Capaian Kegiatan Aktualisasi 3 ............................................. 48
Tabel 4.4 Capaian Kegiatan Aktualisasi 4 ............................................. 50
Tabel 4.5 Capaian Kegiatan Aktualisasi 5 ............................................. 51
Tabel 4.6 Matriks Rekapitulasi Aktuaisasi ............................................ 54
Tabel 5.1 Rencana Aksi ...................................................................... 60
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Suasana Sekolah ............................................................. 17
Gambar 2.2 Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Mojolaban ................... 21
Gambar 2.3 Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd. .......................................... 25
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang merdeka dan mandiri dalam mengatur bangsanya. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan menetapkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan kebijakan. ASN terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).Kedudukan ASN berada di tingkat pusat, daerah, dan luar negeri.
Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menjelaskan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN diharapkan dapat mencapai tujuan nasional Indonesia.Tujuan tersebut tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.
Peranan pencapaian tujuan nasional Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dikhususkan kepada guru.Pengertian guru dalam UU No. 14 Tahun 2015 yaitu guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Keberhasilantercapainya tujuan nasional didasarkan pada profesionalitas kinerja.Guru ASN yang professional selalu berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi yang sering disingkat dengan ANEKA
Kaitannya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabak dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengertian pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih khususnya, pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar dalam mempersiapkan siswa untuk mengetahui dan mengamalkan tuntunan ajaran agama Islam disertai dengan menghargai penganut agama yang berbeda dalam hubungan umat beragama.
Dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam sering mengalami berbagai masalah. Masalah tersebut menjadi isu yang hangat diperbincangkan walaupun tingkat kebenarannya perlu diteliti ulang. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan April 2019 di SMP Negeri 3 Mojolaban, ditemukan beberapa masalah yaitu:
1. Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
2. Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran
3. Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
4. Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih
5. Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Permasalahan yang terjadi di atas terpilih masalah “Kurang optimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam” sebagai fokus masalah. Kemudian, masalah tersebut ditelaah menggunakan fish-bone untuk mencari pokok masalahnya, maka terdapat lima masalah yaitu manusia, metode, lingkungan, alat dan bahan. Dari lima masalah pokok ini ASN memilah akar masalah yaitu Sebagian materi menggunakan huruf hijaiyyah sehingga siswa kebingungan, Latihan mengerjakan soal yang belum maksimal, Guru belum melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan Belum ada pembiasaan-pembiasaan islami.
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah
1. Identifikasi Isu
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan kepalaSMP Negeri 3 Mojolaban, ditemukan beberapa isu.Isu-isu tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan, khususnya tujuan sekolah. Isu tersebut perlu dianalisis penyebab dan solusi penyelesaiannya melalui aktualisasi nilai-nilai dasar ASN. Hasil isu yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Identifikasi Isu-Isu di SMP Negeri 3 Mojolaban
No Identifikasi Isu Sumber isu Keadaan Saat Ini Kondisi Yang Diharapkan
1 Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
Manajemen ASN Guru kurang variatif dalam menggunakan metode pembelajaran, guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif sesuai dengan materi pembelajaran dan karakter siswa.
2 Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran Pelayanan publik Guru lebih banyak melakukan pembelajaran di dalam kelas;
Siswa tidak terbiasa sholat lima waktu (terutama sholat dhuhur yang waktu pelaksanaannya di sekolah);
Kurang terbangunnya iklim lingkungan yang mendukung siswa sholat Guru menggunakan masjid sebagai tempat pembelajaran;
Guru membiasakan para siswa sholat dhuhur dan sholat dhuha berjama’ah
3 Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih Pelayanan publik sebagian siswa
belum fasih membaca Al Qur’an Seluruh siswa dapat membaca Al Qur’an dengan benar dan fasih
4 Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri Manajemen ASN Siswa kurang memiliki sikap tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, misal tidak mengerjakan PR, tidak mengerjakan piket sekolah, kurang peduli terhadap orang lain, dan kurang peduli terhadap lingkungan Guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan sikap tanggung jawab terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan.
5 Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam Pelayanan publik Siswa mengalami kesulitan dalam belajar Agama Islam, beberapa siswa kesulitan mencapai nilai di atas KKM. Siswa dapat belajar Agama Islam dengan baik, semua siswa dapat mencapai nilai di atas KKM.
2. Penetapan Isu
a. Penetapan Kualitas Isu menggunakan Metode APKL
Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan ditetapan menggunakan metode APKL. Metode APKL didasarkan pada Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak.Parameter APKL disajikan pada tabel berikut :
Tabel 1.2 Tabel Parameter APKL
Indikator Keterangan
1 2 3
1 Aktual (A) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi.
2 Problematik (P) Isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya.
3 Kekhalayakan (K) Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
4 Layak (L) Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.
Isu-isu yang sudah diidentifikasi kemudian dianalisis menggunakan metode APKL. Analisis dari isu-isu yang ada diSMP Negeri 3 Mojolaban menggunakan metode APKL disajikan pada tabel berikut:
Tabel 1.3 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL
No Mata Pelatihan Terkait Identifikasi Isu Indikator Keterangan
A P K L
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Manajemen ASN 1. Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran + + + - Tidak Memenuhi (TM)
2. Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri + + - + Tidak Memenuhi (TM)
2 Pelayanan Publik 3. Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran + + + + Memenuhi (M)
4. Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih + + + + Memenuhi (M)
5. Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Agama Islam + + + + Memenuhi (M)
b. Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Analisis USG
Penetapan isu menggunakan USG mempertimbangkan urgency, seriousness, and growth.Indikator analisis metode USG dijelaskan pada tabel berikut.
No Komponen Keterangan
1 2 3
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan masalah-masalah lain kalu masalah penyebab isu tidak dipecahkan (bisa mengakibatkan masalah lain)
3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan semakin memburuk jika dibiarkan.
Tabel 1.4 Indikator Metode USG
Analisis menggunakan metode USG berbeda dengan metode APKL.Analisis metode USG memuat rentang skor 1-5 berdasarkan parameter berikut:
Skor PARAMETER
Urgency Seriousness Growth
1 2 3 4
1 Isu tidak mendesak untuk segera diselesaikan Isu tidak begitu serius untuk di bahas karena tidak berdampak ke hal yang lain Isu lamban berkembang
2 Isu kurang mendesak untuk segera diselesaiakn Isu kurang serius untuk segera dibahas karena tidak kurang berdampak ke hal
yang lain Isu kurang cepat berkembang
3 Isu cukup mendesak untuk segera diselesaikan Isu cukup serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu cukup cepat berkembang, segera dicegah
4 Isu mendesak untuk segera diselesaikan Isu serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu cepat berkembang untuk segera dicegah
5 Isu sangat mendesak untuk segera diselesaikan Isu sangat serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu sangat cepat berkembang untuk segera dicegah
Tabel 1.5 Tabel Parameter USG
Isu yang telah memenuhi syarat pada metode APKL kemudian dianalisis kembali menggunakan metode USG.Isu-isu tersebut diberikan skor berdasarkan parameter USG, kemudian diurutkan berdasarkan skor yang tertinggi.Analisis isu-isu menggunakan metode USG dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.6 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG
No Isu Indikator Jumlah Peringkat
U S G
1 2 3 4 5 6 7
1 Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam 5 5 5 15 I
2 Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih 4 5 5 14 II
3 Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran 4 5 4 13 III
c. Penetapan isu yang terpilih
Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi isu tersebut. Langkah yang dilakukan dalam tahap ini merumuskan isu yang memuat focus dan locus, menentukan gagasan kegiatan yang akan dilakukan, mengidentifikasi sumber isu, aktor yang terlibat dan peran dari setiap aktor, dan mendeskripsikan keterkaitannya dengan mata pelatihan yang relevan (secara langsung maupun tidak langsung) dengan konteks isu.
Fokus dan lokus isu adalah kurang optimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 7B di bidang Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban. Sumber isu yang diteliti adalah Sebagian materi menggunakan huruf hijaiyyah sehingga siswa kebingungan, Latihan mengerjakan soal yang belum maksimal, Guru belum melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan Belum ada pembiasaan -pembiasaan islami. Sedangkan gagasan kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
Tabel 1.7 Gagasan Kegiatan dan Aktor
Isu Terpilih Gagasan Kegiatan Aktor Yang Terlibat Peran Aktor Yang Terlibat
Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam 1. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
2. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
3. Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah
4. Menerapkan Metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
5. Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an Kepala Sekolah, Mentor, ASN yang melakukan aktualisasi, Wali Kelas, Guru Mapel, Siswa Kepala sekolah sebagai penentu kebijakan; mentor sebagai pembimbing kegiatan; wali kelas sebagai penanggungjawab kelas yang akan dihabituasi; guru mapel adalah guru yang pada yang dhuhur (jam ke-7 dan 8 pada kelas yang dihabituasi berfungsi pemberi ijin untuk memperbolehkan siswa sholat dhuhur berjamaah; siswa sebagai obyek habituasi.
d. Analisis Dampak
Dampak masalah adalah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi apabila masalah tidak diselesaikan. Dampak dari masalah “Kurang maksimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam” adalah :
1. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Minat belajar siswa akan cenderung menurun pada Mapel Agama Islam
4. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang berhuruf arab/Al Qur’an
e. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada perancangan aktualisasi ini adalah :
1) Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai dengan prinsip Manajemen Aparatur Sipil Negara,Whole of Goverment dan Pelayanan Publik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban?
2) Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban?
C. Tujuan
Tujuan dari rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
1. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi keterkaitan prinsip manajemen ASN, Whole of Goverment, dan pelayanan publik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban.
2. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi keterkaitan prinsip nilai-nilai dasar ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) ASN pada kegiatan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban.
D. Manfaat
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS
a. Meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas jabatan.
b. Memperkaya khazanah ilmu pengetahun peserta.
2. Bagi Siswa
a. Menambah pengetahuan siswa dalam pembelajaran.
b. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
c. Meningkatkan sikap tanggung jawab siswa dalam kegiatan pembelajaran.
d. Meningkatkan ketrampilan siswa dalam pembelajaran.
3. Bagi SMP Negeri 3 Mojolaban Kabupaten Sukoharjo
a. Mewujudkkan visi, misi, dan tujuan SMP Negeri 3 Mojolaban.
b. Meningkatkan kualitas pelayanan SMP Negeri 3 Mojolaban.
4. Bagi Masyarakat
a. Menambah wawasan tentang nilai-nilai dasar.
b. Mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik.
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi
SMP Ngeri 3 Mojolaban merupakan lembaga pendidikan tingkat sekolah menegah pertama di wilayah kecamatan Mojolaban. SMP Negeri 3 Mojolaban terletak di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupatn Sukoharjo.
1. Dasar Hukum dan Pembentukan Organisasi
Menurut UU No 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Pasal 1, ayat 2). Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dasar hukum penyelenggaraan organisasi pendidikan yaitu:
1. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 alenia ke empat;
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
7. Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional;
8. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Pasal 1 ayat 11);
9. Kepmendikbud Nomor 193/P/2012 tentang Perubahan atas Kepmendikbud Nomor 174/P/2012 tentang Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Badan Akreditas Nasional Sekolah/Madrasah, dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Periode Tahun 2012-2017;
SMP Negeri 3 Mojolaban merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang berada di wilayah kecamatan Mojolaban. Berikut dijelaskan profil SMP Negeri 3 Mojolaban :
a. Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Mojolaban
b. NPSN : 20310725
c. Alamat (Jl/Kec/Kab) : Laban, Mojolaban, Sukoharjo
No. Telepon : 0271 611073
d. Koordinat : Latitude :7035,5’ LS
Longitude : 110050,5’ BT
e. Nama Yayasan : --
f. Nama Kepala Sekolah : Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd.
g. No. Telepon/ HP : 0821b363 873 87
h. Kategori Sekolah : Negeri
i. Tahun Beroperasi : 1991
j. Kepemilikan Tanah : Milik Pemerintah
1) LT/ Status : 12.000 M2/ Hak Pakai
2) LB : 3.387 M2
Tabel 2.1 Data Siswa Tiga Tahun Terakhir
Tahu Ajaran Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Jumlah Keseluruhan
Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel
2016/
2017 285 0rg 9 rbl 247 org 8 rbl 265 org 9 rbl 797 org 26 rbl
2017/
2018 283 0rg 9 rbl 283 org 9 rbl 245 org 8 rbl 811 org 26 rbl
2018/
2019 286 0rg 9 rbl 276 org 9 rbl 277 org 9 rbl 839 org 27 rbl
Tabel 3.2 Data Ruang
a. Data Ruang Kelas
Jumlah Ruang Kelas Asli (d) Jumlah Ruang Laingnnya yang digunakan untuk ruang kelas (e) Jumlah ruang yang digunakan untuk ruang kelas (f=d+e)
Ukuran : 7x9 m2 (a) Ukuran : >63 m2 (b) Ukuran : <63 m2 Jumlah Semua (a+b+c)
Ruang Kelas 26 Rg. - Rg - Rg 26 Rg. Jumlah : 1 Ruang, Yaitu Ruang Laboratorium 27 Rg.
b. Data Ruang Lainnya
Jenis Ruang Jumlah Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah Ukuran (m2)
1. Perpustakaan 1 Rg 7 x 12 6. Kesenian 1 Rg 2.5 x 8
2. Laboratorium IPA 2 Rg 9 x 16 7. Ketrampilan 1 Rg 9 x 16
3. Lab Komputer 3 Rg 9 x 12 8. Serba Guna 1 Rg 14 x 28
4. Lab. Bahasa - Rg 9. Pimpinan 1 Rg 3 x3
5. Lab. Multimedia - Rg 10. Tata Usaha 1Rg 6x 16
Tabel 2.3 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan
No. Rekap Per Gol. Guru Non Guru GTT PTT Jumlah
1. IV/b 7 - - - 7
2. IV/a 20 - - - 20
3. III/d 2 1 - - 3
4. III/c 6 - - - 6
5. III/b 3 - - - 3
6. III/a 5 - - - 5
7. II/b - 1 - - 1
8. II/a 1 - - - -
9 - - - 7 7 14
Jumlah 43 2 7 7 59
Berikut ini merupakan foto SMP Negeri 3 Mojolaban akan ditampilkan pada gambar 2.1.
Gambar 2.1 Suasana Sekolah
2. Visi, Misi, Nilai, dan Tujuan Organisasi
a. Visi dan Misi Kabupaten Sukoharjo
1) Visi Bupati Dan Wakil Bupati Sukoharjo Periode 2016 – 2021 adalah : TERUS MEMBANGUN SUKOHARJO YANG LEBIH SEJAHTERA, MAJU, DAN BERMARTABAT DI DUKUNG PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL
2) Misi Kabupaten Sukoharjo
a) Memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan transparan;
b) Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat;
c) Mendorong penguatan kemandirian ekonomi yang berbasis pada pertanian dan industri serta pengelolaan potensi daerah dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup;
d) Meningkatkan kualitas kehidupan bergama dan bermasyarakat;
e) Mewujudkan kondisi masyarakat yang aman, tentram dan dinamis.
b. Visi dan Misi SMP Negeri 3 Mojolaban
1) Visi SMP Negeri 3 Mojolaban
Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan.
2) Misi SMP Negeri 3 Mojolaban
a) Menyelenggarakan program kegiatan kompetensi dan kompetisi bagi pengembangan profesi guru dan prestasi siswa;
b) Meningkatkan kualitas kegiatan ilmiah bagi siswa dan guru;
c) Melengkapi dan memberdayakan media pembelajaran secara maksimal untuk meningkatkan prestasi akademis siswa;
d) Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa;
e) Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
f) Menyelenggarakan program 6 S dan 1 T (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan, Santun dan Toleransi);
g) Menjalin kerja sama antara sekolah, orang tua siswa, Komite Sekolah dan Stake Holder secara rutin;
h) Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah dan membudayakan sikap peduli terhadap lingkungan hidup.
3) Tujuan SMP Negeri 3 Mojolaban
a) Meningkatkan kompetensi dan kompetisi bagi pengembangan profesi guru dan penguasaan IPTEK, termasuk mengikuti lomba guru berprestasi;
b) Meningkatkan kompetensi dan kompetisi siswa melalui berbagai lomba dan kejuaraan di berbagai tingkatan;
c) Membekali siswa dengan teknologi informasi (IT) agar mampu mengakses berbagai informasi secara positif melalui iternet /ICT;
d) Melahirkan generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten dan provinsi dalam pengembangan bakat dan minat ekstrakurikuler;
e) Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien;
f) Mempertahannkan persentase kenaikan kelas dan kelulusan mencapai 100%;
g) Mmeningkatkan pengamalan ajaran agama yang dianut secara benar;
h) Terselenggaranya program 6S dan 1T (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan, Santun dan Toleransi) bagi seluruh warga sekolah;
i) Terwujudnya karakter pendidikan yang Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial Dan Tanggung Jawab;
j) Melaksanakan tata tertib sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa dan karyawan);
k) Melaksanakan kegiatan 7K yaitu: Kebersihan, keindahan, kerindangan, kenyamanan, kesehatan, keamanan dan ketertiban bagi semua warga sekolah.
4) Sasaran Sekolah
a) Sekolah mencapai peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan;
b) Mencapai standar pembelajaran yang berbasis ICT;
c) Mengembangkan inovasi pembelajaran untuk meraih prestasi akademis dan nonakademis;
d) Mampu mengembangkan pencapaian standar kelulusan maksimal;
e) Melahirkan generasi yang berakhlak dan berbudi pekerti;
f) Menciptakan lingkungan yang nyaman, aman dan teduh.
3. Sistem Nilai SMP Negeri 3 Mojolaban
Adapun Sistem nilai yang dianut oleh SMP Negeri 3 Mojolaban adalah ABITA (Aku Bangga Indonesia Tanah Airku)
4. Struktur organisasi
Struktur organisasi yang ada di SMP Negeri 3 Mojolaban adalah sebagai berikut:
Gambar 2.2 Struktur organisasi SMP Negeri 3 Mojolaban
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat
A. Tugas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pegawai ASN turut serta dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara.Tugas pegawai ASN tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tugas ASN lainnya juga diatur dalam undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014 pasal 5 mengatur tentang kode etik dan kode perilaku ASN, yang bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku tersebut adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang- undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
B. Jabatan Fungsional Guru
Jabatan fungsional guru diatur dalam Peratutan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) No. 16 Tahun 2009 menjelaskan bahwa jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing dan mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh PNS.
Jabatan fungsional guru juga menjadi kewajiban dan tanggung jawab seorang guru. Kewajiban seorang guru diantaranya adalah merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi selama proses belajar mengajar berlangsung.
Seorang guru juga berkewajiban untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan mengembangkan kualitas dan kompetensi akademik sesuai dengan perkembangan zaman.Guru wajib bersifat objektif dan meningkatkan nilai kesatuan dan persatuan dalam diri peserta didik. Kewajiban seorang guru yang lainnya adalah menjunjung tinggi aturan dan kode etik guru yang telah ditetapkan.Lalu tanggung jawab seorang guru adalah menyelesaikan segala tugasnya selama masa tugas berlangsung.
C. Tugas Pokok dan Fungsi Guru
Tugas guru dijelaskandalam BAB XI Pasal 39 ayat (2), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 20 Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017.
Beban kerja guru yang termuat di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. Membimbing dan melatih peserta didik;dan
e. Melaksanakan tugas tambahan yangmelekat pada pelaksanaan kegiatan pokoksesuai dengan beban kerja guru.
Beban kerja guru tersebut dilaksanakan paling sedikit memenuhi 24(dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu.Tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya:
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan
b. Menyusun silabus pembelajaran
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya (khusus guru kelas)
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional
k. Membimbing guru pemuladalam program induksi
l. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler proses pembelajaran
m. Melaksanakan pengembangan diri
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif
o. Melakukan presentasi ilmiah
C. Role Model
Gambar 2.3 Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd.
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu "Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh (tentang kelakukan, perbuatan, sifat, dan sebagainya). Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang mempunyai kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya yang patut ditiru atau baik, dan orang tersebut dijadikan contoh oleh orang lain.
Pada kesempatan ini, penulis akan mengambil role model yang berada di sekitar penulis yaitu Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Mojolaban yaitu Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd. Berikut ini alasan yang menyebabkan penulis memilih beliau sebagai role model:
a. Di dalam kesehariannya, beliau sangat layak dijadikan contoh dan panutan. Beliau sangat menjaga kedisiplinan dalam setiap kegiatan yang dilakukan;
b. Sebagai sosok pemimpin, sifat yang ramah dan penuh semangat juga berhasil membawa suasana yang menyenangkan untuk bisa bekerjasama;
c. Sebagai manajemen di sekolah, beliau telah berhasil mengkoordinasikan tugas dan fungsi guru sebagai mana mestinya;
d. Sebagai fasilitator beliau mampu menjadi penghubung baik guru, siswa maupun stakeholder untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh inovatif dan tanggung jawab;
e. Sebagai motivator, beliau tidak pernah lelah untuk menyemangati guru, terlebih guru wiyata bakti untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan.
Berikut ini merupakan riwayat pekerjaan Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd dari jabatan pertama sampai saat ini adalah :
a. Guru Mapel IPS di SMP Negeri 2 Polokarto (1995 – 2011)
b. Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Mojolaban (2011 – Sekarang)
Oleh karena itu, penulis memilih role model yaitu Ibu Ririen Adiatmi, M.Pd. karena dapat memberikan inspirasi orang lain supaya meniru
perilaku teladannya, khususnya bagi diri penulis sendiri.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai ANEKA
Rencana kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarkan isu-isu permasalahan yang terjadi di tempat ASN bekerja yaitu di UPTD SMP Negeri 3 Mojolaban. Berdasarkan isu-isu yang sudah ASN pilih dan analisis menggunakan metode APKL dan USG, isu yang terpilih akan dijabarkan menjadi serangkaian kegiatan-kegiatan yang bersumber dari tugas dan fungsi ASN sebagai guru, perintah pimpinan maupun inovasi yang ASN ciptakan untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan.
Rancangan aktualisasi terdiri dari identifikasi isu, pengajuan gagasan pemecahan isu/masalah dengan menyusun daftar rencana kegiatan, tahapan kegiatan dan output kegiatan, mendeskripsikan keterkaitan antara rencana kegiatan yang diusulkan dengan substansi mata pelatihan Nilai-Nilai Dasar CPNS yang terdiri dari ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Kegiatan-kegiatan aktualisasi dirancang sedemikian rupa yang terkait dengan nilai-nilai dasar ASN. Nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (QS. Shaad: 29)
Kegiatan Qur’an Daily adalah kegiatan yang memanfaatkan waktu literasi pada setiap pagi sebelum pelajaran dimulai dengan membaca Al Qur’an (Surat pendek/ Juz Amma) selama 15 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang religius, tekun dan gemar membaca.
2. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
Pengayaan soal-soal PAI adalah kegiatan membiasakan siswa untuk mengerjakan soal-soal agar terlatih dalam menghadapi soal-soal agama Islam. Kegiatan ini mengajarkan perilaku disiplin, akuntabel, kerja keras dan tanggung jawab.
3. Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir (Dhuhur dan Ashar) sampai gelap malam (Maghrib dan Isya) dan dirikanlah pula shalat subuh” (QS. Al Isra’: 78)
Sholat dhuhur berjamaah adalah kegiatan religius sholat yang dilakukan bersama-sama untuk memakmurkan/ memanfaatkan masjid sekolah. Kegiatan ini mengajarkan disiplin, persatuan dan kesatuan, akuntabel dan kebajikan.
4. Menerapkan metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Card short adalah metode pembelajaran siswa aktif yang dapat dilakukan dengan cara membuat kartu-kartu bertopik yang dibagikan secara acak kemudian siswa berkelompok dengan sebuah topik tertentu dan siswa mencari hubungan topik tersebut sesuai dengan tema pembelajaran. Kemudian TGT adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok belajar yang saling berlomba meraih prestasi.
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar :17)
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa yang masih kesulitan dalam membaca tulisan arab/ Al Qur’an. Kegiatan ini mengandung nilai kebajikan, keluwesan, orientasi mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Unit Kerja : UPTD SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
Identifikasi Isu : Isu yang ditemukan di lingkungan UPTD SMP NEGERI 3 MOJOLABAN:
1) Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
2) Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran
3) Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
4) Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an
5) Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Isu yang diangkat : Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Gagasan Pemecahan Isu : Gagasan kegiatan untuk menyelesaikan isu terdiri atas 5 kegiatan yaitu:
1) Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
2) Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
3) Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
4) Menerapkan metode pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament)
5) Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
Rincian tentang kegiatan-kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dijabarkan pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan Konstribusi Visi Misi Organisasi Konstribusi Penguatan Nilai Organisasi Dampak Jika Kegiatan Tidak Dilaksanakan
1 Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Menyusun lembar kegiatan Qur’an Daily.
d. Mensolisasikan kegiatan Qur’an Daily kepada siswa Kelas 7 B
e. Pelaksanaan kegiatan Qur’an Daily
f. Mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan a. Saran dan masukan
b. Kesepakatan dengan wali kelas tentang kegiatan Qur’an Daily dengan wali kelas
c. Lembar pantau Kegiatan Qur’an Daily
d. Siswa memahami kegiatan Qur’an Daily kepada siswa
f. Terlaksanakannya kegiatan Qur’an Daily di kelas 7B
g. Lembar evaluasi kegiatan a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan kepada rekan guru untuk mengatasi masalah bersama (nilai Etika Publik yaitu Kebersamaan)
c. Menyusun buku kegiatan Qur’an Daily dengan teliti dan sungguh-sungguh (nilai Akuntabilitas yaitu Tanggung Jawab)
d. Mensosialisasikan kegiatan Qur’an Daily serta memahamkan kegiatan tersebut kepada siswa (nilai Etika Publik yaitu Integritas)
e. Membimbing Qur’an Daily dengan bersemangat (nilai Komitmen Mutu yaitu Layanan Sepenuh Hati); Pelaksanaan Qur’an Daily sengan membaca surat pendek (Nasionalisme yaitu Sila 1 butir 2 “manusia indonesia percaya dan taqwa erhadap Tuhan yang maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”), Memberikan kepercayaan kepada siswa untuk memimpin kegiatan Qur’an Daily (nilai Akuntabilitas yaitu Kepercayaan)
f. Mengevaluasi kegiatan dengan penuh tanggung jawab (nilai Anti Korupsi yaitu Tanggung Jawab) Kegiatan Qur’an Daily turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini menguatkan nilai yang terangkum dalam tujuan sekolah yaitu “Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Tidak meningkatnya kebiasaan siswa dalam mengenal al Qur’an
2 Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat soal sesuai dengan kompetensi dasar
c. Membagikan soal kepada siswa
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa
e. Merekap skor siswa kemudian mengkonversikan dalam bentuk nilai a. Saran dan masukan
b. Soal-soal PAI
c. Terbagikannya soal kepada siswa
d. Terkoreksinya hasil pekerjaan siswa
e. Hasil rekap nilai a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Membuat soal dengan sungguh-sungguh (nilai Komitmen Mutu yaitu orientasi mutu)
c. Membagikan soal secara merata (nilai Nasionalisme yaitu Sila ke-2 butir 5, “mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain”);
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa (nilai Anti Korupsi yaitu Kejujuran)
e. merekap nilai dengan sebenar-benarnya (nilai Akuntabilitas yaitu integritas) Kegiatan Pengayaan Soal PAI turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah Kegiatan ini menguatkan nilai sekolah yang terdapat pada tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras dan mandiri”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang berkembangnya prestasi belajar siswa
2. tidak terpenuhinya mutu pembelajaran Mapel Agama Islam yang baik
3. pengalaman kesulitan memecahkan soal Agama Islam belum teratasi
3 Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Mengkoordinasikan dengan guru yang mengampu Mata Pelajaran pada Jam ke-7 dan jam ke-8
d. Mensosialisasikan kegiatan sholat dhuhur berjama’ah di sekolah, serta memahamkan siswa tentang pentingnya sholat dhuhur (sholat wajib)
e. Membuat lembar pantau sholat dhuhur
f. Pelaksanaan kegiatan sholat dhuhur berjamaah a. Saran dan masukan
b. Kesepakatan dengan wali kelas tentang kegiatan sholat dhuhur berjamaah
c. Kesepakatan dengan guru mapel tentang kegiatan sholat dhuhur berjamaah
d. Siswa mengerti dan memahami kegiatan sholat dhuhur berjamaah
e. Lembar Pantau Sholat Dhuhur
f. Terlaksananya kegiatan sholat dhuhur berjamaah a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b.Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan kepada rekan guru untuk mengatasi masalah bersama (nilai Etika Publik yaitu kebersamaan)
c.Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan guru mapel sehingga informasi tersampaikan dengan benar (nilai Etika Publik yaitu Integritas)
d.Mensosialisasikan dan memahamkan siswa dengan penuh kepedulian tentang kegiatansholat dhuhur (nilai Nasionalisme yaitu sila ke-1 butir 2, “Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan yang maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”)
e.Membuat lembar pantau
dengan kesungguhan (nilai Komitmen Mutu yaitu
Orientasi Mutu; Anti
Korupsi yaitu Kerja Keras)
f.Menugaskan siswa mengisi lembar pantau (nilai Akuntabilitas yaitu kepercayaan) Kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan Sekolah yaitu Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan islami yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Kurang meningkatnya kebiasaan siswa dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim
4 Menerapkan Metode pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat Rencana pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT sesuai rencana pembelajaran.
d. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT a. Saran dan masukan
b. RPP Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Terlaksanakannya kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT; absensi siswa
d. Terevaluasinya kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT ; Lembar evaluasi siswa
e. Laporan refleksi dan tindak lanjut a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi
bersamamentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Membuat RPP dengan memperdalam materi yang ada (nilai Nasionalisme yaitu Sila 5 butir 9, “suka bekerja keras”)
c. Melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggungjawab (Akuntabilitas yaitu tanggung jawab)
d. Mengevaluasi pembelajaran dengan penuh tanggung jawab (nilai Anti Korupsi yaitu Tanggung Jawab)
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran dengan senang hati (nilai Komitmen Mutu yaitu Perbaikan Berkelanjutan) Kegiatan pembelajaran menerapkan metode Card Short dan TGT turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa; Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. minat belajar siswa cenderung menurun pada mapel Agama Islam
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Tidak berkembang prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam
5 Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Menyiapkan sumber belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
c. Melakukan pendataan siswa yang tidak bisa membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Melaksanakan kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
e. Mencatat kehadiran siswa pada buku presensi
f. Mengevaluasi proses pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an a. Saran dan masukan
b. Buku Materi Membaca Tulisan arab/ Al Qur’an
c. Daftar siswa yang sudah bisa dan tidak lancar membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Terlaksanakannya kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an; Catatan Perkembangan
e. Daftar hadir siswa
f. Laporan evaluasi kegiatan a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu
Keluwesan);
b. Menyiapkan sumber dengan sepenuh hati (nilai Komitmen Mutu yaitu Layanan Sepenuh Hati)
c. Melakukan pendataan siswa secara akurat (nilai Akuntabilitas yaitu Integritas; Nasionalisme yaitu pasal ke-5 butir 9, “suka bekerja keras”)
d. Melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab (nilai Komitmen Mutu yaitu Orientasi Mutu)
e. Mencatat kehadiran siswa dengan sebenar-benarnya (nilai Anti Korupsi yaitu Kejujuran)
f. Mengevaluasi kegiatan dengan sebenar-benarnya (nilai Akuntabilitas yaitu transparansi) Kegiatan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini
menguatkan
nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang mengandung tulisan arab
2. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
3. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel 3.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi
No Kegiatan Minggu ke- Bukti Kegiatan
April Mei
5 1 2 3 4 5
1. Melakukan konsultasi kepada mentor Buku Bimbingan
2. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily Buku Kegiatan Qur’an Daily, Jadwal petugas Qur’an Daily, Foto, Lembar evaluasi
3. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam Soal-soal PAI, Hasil rekap nilai, Foto
4. Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah Lembar Pantau Sholat Dhuhur, Foto
5. Menerapkan Metode pembelajaran Short Card yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) RPP, absensi siswa, Lembar evaluasi siswa, Catatan refleksi dan tindak lanjut
6. Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an Buku Materi Membaca Tulisan arab/ Al Qur’an, Daftar siswa yang sudah bisa dan tidak lancar membaca tulisan Arab/ Al Qur’an,Catatan Perkembangan, Daftar hadir siswa, Catatan Evaluasi
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Tabel 3.3 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala
No. Kegiatan Kendala yang mungkin terjadi Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
1 Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily a. Anak terlambat masuk ke sekolah
b. Anak tidak membawa juz amma/ AlQur’an a. Menasehati anak agar tidak terlambat
b. Selalu mengingatkan agar membawa juz amma dan menyediakan Al Qur’an cadangan di meja guru
2 Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam a. Siswa kesulitan memahami soal
b. Siswa memperoleh hasil yang tidak memuaskan a. Meminta untuk membaca kembali soal agar paham atau memberikan clue atau kata bantu
b. Memberi semangat untuk belajar lebih giat
3 Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah a. Anak tidak sholat dhuhur
b. Tempat wudhu penuh
c. Tidak membawa alat sholat a. Menanyai alasan tidak sholat dhuhur dan memberi nasehat kepada anak yang tidak sholat dhuhur
b. Mengatur anak agar dapat tertib bergiliran dalam segala hal
c. Meninjau prasarana alat sholat di masjid sekolah
4 Menerapkan Metode pembelajaran Short Card yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) a. Kurangnya materi pelajaran
b. Anak kurang dapat menyimpulkan kelompok card short
c. Anak kurang berpartisipasi dalam group a. Menggali materi pembelajaran yang akan dibuat card short supaya dapat dikelompok-kelompokkan
b. Memberikan clue dan kunci pembahasan serta bimbingan agar pembelajaran berjalan lancar
c. Memberikan arahan agar anak aktif dalam group
5 Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an a. Anak tidak mau ikut pendampingan
b. Bahan ajar kurang dapat dipahami a. Menanyai latar belakang anak tidak ikut pendampingan dan n mengingatkan akan tujuan pendampingan
b. Menyederhanakan bahan ajar agar mudah dipahami anak
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI - HABITUASI
Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN sebagai guru Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban dilaksanakan selama off campus terhitung mulai tanggal 25 April 2019 – 10 Juni 2019. Nilai – nilai ANEKA tersebut telah diinternalisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi pada unit kerja penulis, khususnya dalam menyelesaikan isu Optimalisasi Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Bidang Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban. Terdapat lima (5) kegiatan yang telah dirancang dan dilakukan, dan jadwal pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan perencanaan. Setelah berada di lapangan maka ada kegiatan tambahan yaitu pembuatan modul belajar membaca tulisan arab yang diberi nama “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”.
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar ANEKA
1. Kegiatan Qur’an Daily
Kegiatan Qur’an Daily adalah kegiatan yang memanfaatkan waktu literasi pada setiap pagi sebelum pelajaran dimulai dengan membaca Al Qur’an (Surat pendek/ Juz Amma) selama 15 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang religius, tekun dan gemar membaca.
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Capaian Kegiatan Aktualisasi 1
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Kegiatan Qur’an Daily
Tanggal Pelaksanaan 27 April, 30 April, 4 Mei, 9 Mei, 11 Mei, 14 mei, 15 Mei, 16 Mei, 18 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Menyusun lembar kegiatan Qur’an Daily.
d. Mensolisasikan kegiatan Qur’an Daily kepada siswa Kelas 7 B
e. Pelaksanaan kegiatan Qur’an Daily
f. Mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Kurang terciptanya lingkungan yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Tidak meningkatnya kebiasaan siswa dalam membaca al Qur’an
Manfaat kegiatan 1. Membiasakan anak dengan tulisan Al Qur’an
2. Menciptakan lingkungan islami yang kondusif untuk belajar
3. Memberikan waktu/ kesempatan menata anak agar lebih siap dalam menerima materi pelajaran
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Qur’an Daily turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai yang terangkum dalam tujuan sekolah yaitu “Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”.
Kendala 1. anak datang terlambat pada saat Qur’an Daily, dan terkadang datang ketika hampir selesai waktu Qur’an Daily
2. Kesusahan pengkondisian siswa yang bisa memakan waktu 10 menit, seperti menyuruh masuk, menertibkan anak, terkadang menyuruh anak melakukan piket terlebih dahulu
3. banyaknya anak yang tidak membawa juz Amma/ al Qur’an,disamping itu ASN hanya menyediakan 2 buah juz Amma sehingga kurang optimal
2. Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam
Pengayaan soal-soal PAI adalah kegiatan membiasakan siswa untuk mengerjakan soal-soal agar terlatih dalam menghadapi soal-soal agama Islam. Kegiatan ini mengajarkan perilaku disiplin, akuntabel, kerja keras dan tanggung jawab.
Tabel 4.2 Capaian Kegiatan Aktualisasi 2
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam
Tanggal Pelaksanaan 15 -16 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat soal sesuai dengan kompetensi dasar
c. Membagikan soal kepada siswa
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa
e. Merekap skor siswa kemudian mengkonversikan dalam bentuk nilai
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang berkembangnya prestasi belajar siswa
2. tidak terpenuhinya mutu pembelajaran Mapel Agama Islam yang baik
3. pengalaman kesulitan memecahkan soal Agama Islam belum teratasi
Manfaat kegiatan 1. Membiasakan anak menghadapi berbagai macam soal yang mungkin muncul di dalam UKK
2. Membiasakan anak untuk berlatih dan mengasah kemampuan
3. Bahan pelajaranuntuk penguasaan materi yang lebih mendalam
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Pengayaan Soal PAI turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai sekolah yang terdapat pada tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras dan mandiri”.
Kendala 1. ASN masih tahap pemula memprediksi soal-soal yang mungkin muncul, sehingga hanya sedikit yang muncul di UKK
2. Hasil nilai kurang memuaskan, kemungkinan siswa tidak mempersiapkan diri dengan baik
3. Membiasakan Sholat Dhuhur Berjamaah
وَاَقِيْمُوا الصَلَاةَ وَ اَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang yang ruku” (QS. Al Baqarah : 43)
Sholat dhuhur berjamaah adalah kegiatan religius sholat yang dilakukan bersama-sama untuk memakmurkan/ memanfaatkan masjid sekolah. Kegiatan ini mengajarkan disiplin, persatuan dan kesatuan, akuntabel dan kebajikan.
Tabel 4.3 Capaian Kegiatan Aktualisasi 3
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Sholat Dhuhur Berjamaah
Tanggal Pelaksanaan 29 April, 30 April, 9 Mei, 13 Mei, 14 Mei, 15 Mei, 16 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Mengkoordinasikan dengan guru yang mengampu Mata Pelajaran pada Jam ke-7 dan jam ke-8
d. Mensosialisasikan kegiatan sholat dhuhur berjama’ah di sekolah, serta memahamkan siswa tentang pentingnya sholat dhuhur (sholat wajib)
e. Membuat lembar pantau sholat dhuhur
f. Pelaksanaan kegiatan sholat dhuhur berjamaah
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan islami yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Kurang meningkatnya kebiasaan siswa dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim
Manfaat kegiatan 1. Menciptakan suasana islami yang kondusif bagi siswa
2. Memupuk ketertiban dan disiplin dengan kegiatan wudhu serta sholat berjamaah
3. Membentuk karakter religius siswa
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan Sekolah yaitu Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”.
Kendala 1. Anak sering mengeluh jam istirahat kurang
2. Siswa sering bermain air dan berlama-lama ketika berwudhu
4. Menerapkan metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Card short adalah metode pembelajaran siswa aktif yang dapat dilakukan dengan cara membuat kartu-kartu bertopik yang dibagikan secara acak kemudian siswa berkelompok dengan sebuah topik tertentu dan siswa mencari hubungan topik tersebut sesuai dengan tema pembelajaran. Kemudian TGT adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok belajar yang saling berlomba meraih prestasi.
Tabel 4.4 Capaian Kegiatan Aktualisasi 4
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Tanggal Pelaksanaan 9 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat Rencana pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
d. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. minat belajar siswa cenderung menurun pada mapel Agama Islam
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Tidak berkembangnya prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam
Manfaat kegiatan 1. Menggembirakan siswa dalam mengikuti pelajaran
2. Paradigma siswa mengalami peningkatan dalam hal keaktifan belajar
3. Melatih siswa untuk berkompetisi secara adil dalam meningkatkan prestasi
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan pembelajaran menerapkan metode Card Short dan TGT turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa;
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien”.
Kendala 1. Waktu habis sebelum pembelajaran tuntas
2. Ruangan yang tidak memadai sehingga menggunakan ruang masjid
3. Ketika pembelajaran anak cenderung ramai sendiri dan mengantungkan kepada salah satu siswa untuk menyelesaikan pekerjaan
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
خَيْرُكُمْ مِنْ تَعَلَّمَ الْقُرْ آنَ وَ عَمَّلَهُ
“Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori)
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa yang masih kesulitan dalam membaca tulisan arab/ Al Qur’an. Kegiatan ini mengandung nilai kebajikan, keluwesan, orientasi mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Tabel 4.5 Capaian Kegiatan Aktualisasi 5
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Pendampingan Terhadap Siswa yang Belum Bisa/ Lancar Membaca Tulisan Arab/ Al Qur’an
Tanggal Pelaksanaan 25 April 2019, 3 Mei, 10 Mei, 17 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Menyiapkan sumber belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
c. Melakukan pendataan siswa yang tidak bisa membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Melaksanakan kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
e. Mencatat kehadiran siswa pada buku presensi
f. Mengevaluasi proses pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang mengandung tulisan arab
2. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
3. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
Manfaat kegiatan 1. Sarana untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami tulisan arab
2. Meningkatkan kompetansi siswa dalam membaca tulisan arab
3. Membiasakan siswa dalam membaca tulisan arab
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”.
Kendala 1. Anggapan siswa kegiatan ini tidak penting ketika mengikuti cenderung malas
2. Tidak menampakkan kecenderungan positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa karena kegiatan relatif singkat
6. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
Kegiatan ini sebagai langkah solusi untuk memenuhi salah satu poin kegiatan lima membuat bahan ajar untuk pendampingan membaca tulisan arab. Kegiatan ini mengandung nilai layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Tabel 4.6 Capaian Kegiatan Aktualisasi 6
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan 6. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
Tanggal Pelaksanaan April- Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Menyiapkan sumber belajar
b. Melakukan kajian dan inovasi
c. Membuat modul belajar
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka: guru kesulitan memperoleh materi
Manfaat kegiatan 1. Inovasi dan solusi untuk modul materi pendampingan membaca tulisan arab
2. Meningkatkan kompetensi guru
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan ini turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”.
Kendala Perlu perbaikan dan revisi yang disesuaikan dengan keadaan siswa
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA
Berikut ini disajikan matriks rekapitulasi aktualisasi dan habituasi ANEKA dalam tabel 4.6.
Tabel 4.6 Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai ANEKA
No. Nama Kegiatan Catatan Nilai-Nilai Dasar ANEKA Jumlah
A N E K A
1. Kegiatan Qur’an Daily Tanggung Jawab
Kepercayaan Sila ke-1 butir 2 Keluwesan
Kebersamaan
Integritas Layanan Sepenuh Hati Tanggung Jawab 5
2. Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam Keadilan
Integritas Sila ke-2 butir 5 Keluwesan Orientasi Mutu Kejujuran 5
3. Membiasakan Sholat Dhuhur Berjamaah Kepercayaan Sila ke-1 butir 2 Keluwesan
Kebersamaan
Integritas Orientasi Mutu Kerja Keras 5
4. Menerapkan metode pembelajaran Card Short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament) Tanggung Jawab Sila 5 butir 9 Keluwesan Layanan Sepenuh Hati
Perbaikan Berkelanjutan Tanggung Jawab 5
5. Pendampingan Terhadap Siswa yang Belum Bisa/ Lancar Membaca Tulisan Arab/ Al Qur’an Transparansi
Integritas Sila ke-5 butir 9 Keluwesan Layanan Sepenuh Hati
Orientasi Mutu Kejujuran 5
6. Pembuatan Buku Modul Layanan sepenuh hati Perbaikan berkelanjutan 2
Jumlah 5 5 6 6 5 27
Prosentase 5/27*100% = 18.5% 5/27*100% = 18.5% 6/27*100% = 22.25% 6/27*100% = 22.25% 5/218.5*100% = 20% 100 %
Penerapan nilai – nilai dasar PNS dalam pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut :
1. Nilai dasar akuntabilitas memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar akuntabilitas diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai akuntabilitas yang paling banyak diterapkan ialah tanggung jawab, kepercayaan, keadilan, integritas, dan transparansi. Melalui penerapan nilai akuntabilitas diharapkan dapat dihabituasikan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang guru mapel.
2. Nilai dasar nasionalisme memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar Nasionalisme diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai Nasionalisme yang paling banyak diterapkan ialah Sila ke-1 butir 2, “Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, Sila 2 butir 5, “mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, Sila 5 butir 9, “suka bekerja keras”. Hal itu menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ASN berpegang pada nilai dasar Pancasila.
3. Nilai dasar etika publik memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar etika publik diterapkan pada seluruh kegiatan, karena fungsi ASN sebagai pelayan publik yang tidak pernah lepas dari penilaian kepuasan publik. Seorang guru juga perlu memiliki kemampuan yang berkomunikasi yang baik terhadap siswa, guru maupun masyarakat.
4. Nilai dasar komitmen mutu memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar komitmen mutu diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mapel pendidikan Agama Islam. Nilai komitmen mutu dalam habituasi ini ialah berorientasi pada mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
5. Nilai dasar anti korupsi memiliki prosentase sebesar 20%. Nilai anti korupsi yang paling menonjol adalah tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras. Proses kegiatan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan dilakukan ASN dengan penuh kerja keras.
Aktualisasi dan habituasi nilai–nilai dasar ASN tersebut dilaksanakan untuk penyelesaian isu kurang maksimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam. Untuk menumbuhkan karakter ideal seorang ASN yang didasari oleh nilai ANEKA, maka tidak hanya akan berhenti sampai kegiatan aktualisasi dan habituasi. ASN akan senantiasa menginternalisasi nilai–nilai ANEKA dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai seorang guru.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Kunci kesuksesan dalam sebuah pendidikan dan pembelajaran tidak lain adalah seorang guru. Guru memiliki peran yang penting dalam pendidikan. Dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan diimplementasikan pada lima (5) kegiatan aktualisasi dalam mengoptimalisasi peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang mapel agama islam. Kegiatan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan nyata nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas, yang diperoleh oleh ASN selama mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan X Tahun 2019. Dari kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Mojolaban Kec Mojolaban Kab Sukoharjo, penulis dapat mengambil simpulan :
1. Aktualisasi lima (5) Nilai dasar ASN yaitu ANEKA di SMP Negeri 3 Mojolaban dilaksanakan melalui lima kegiatan ditambah satu kegiatan tambahan. Rincian kegiatan yang dilaksanakan oleh ASN adalah sebagai berikut.
a. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
b. Melakukan pengayaan soal-soal pendidikan Agama Islam
c. Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
d. Menerapkan metode pembelajaran card short yang digabung dengan TGT (team group tournament)
e. Melaksanakan pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ al Qur’an
f. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
2. Proporsi penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut:
a. Nilai dasar akuntabilitas memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar akuntabilitas diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai akuntabilitas yang paling banyak diterapkan ialah tanggung jawab, kepercayaan, keadilan, integritas, dan transparansi.
b. Nilai dasar nasionalisme memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar Nasionalisme diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai Nasionalisme yang paling banyak diterapkan ialah percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, dan suka bekerja keras.
c. Nilai dasar etika publik memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar etika publik diterapkan pada seluruh kegiatan, karena fungsi ASN sebagai pelayan publik yang tidak pernah lepas dari penilaian kepuasan publik.
d. Nilai dasar komitmen mutu memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar komitmen mutu diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Nilai yang paling menonjol ialah berorientasi pada mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
e. Nilai dasar anti korupsi memiliki prosentase sebesar 20%. Nilai anti korupsi yang paling menonjol ialah tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras. Proses kegiatan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan dilakukan ASN dengan penuh kerja keras.
3. Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi tidak semua berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dikarenakan bersamaan dengan kegiatan sekolah pendaftaran peserta didik baru melewati jallur zona lingkungan dan PIP, pelaksanaan ibadah puasa, Ujian kenaikan kelas, pesantren kilat, pengumpulan zakat fitrah, dan libur menjelang hari raya. Akan tetapi, meskipun tidak sesuai degan rencana waktu pelaksanaan, kegiatan aktualisasi berlangsung dengan lancar dan baik, serta selesai tepat pada waktu yang telah direncanakan.
4. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini menjadi salah satu penunjang dalam mewujudkan visi SMP Negeri yaitu “Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan”.
B. Rekomendasi
Setelah melaksanakan kegiatan aktualisasi yang terintegrasi dalam lima ( 5) nilai dasar ASN yaitu nilai dasar ANEKA di SMP Negeri 3 Mojolaban Kec. Mojolaban Kab. Sukoharjo, penulis merekomendasikan sebagai berikut :
1. Diri sendiri
Bagi ASN sendiri diharapkan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Selain itu, ASN dianjurkan melakukan setiap kegiatan dengan menanamkan nilai-nilai dasar profesi ASN, sehingga tidak hanya berhenti ketika pelaksanaan latsar tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
2. Guru
Sebagai ASN dalam melaksanakan tugas, hendaknya secara total dan loyalitas yang tinggi. Tugas-tugasnya juga dilaksanakan dengan memegang prinsip nilai-nilai ANEKA sehingga visi misi organisasi dapat tercapai dengan baik.
3. Sekolah
Pihak sekolah seyogyanya selalu memberikan dukungan terhadap guru dalam melaksanakan setiap kegiatan yang bersifat meningkatkan mutu peserta didik, pendidik, serta kualitas pelayanan pendidikan.
4. Masyarakat
Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dengan baik secara sinergis dalam mewujudkan pencapaian visi dan misi sekolah.
C. Rencana Aksi
Kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka aktualisasi memberikan manfaat positif bagi siswa, guru, sekolah, dan masyarakat . Oleh karena itu diperlukan adanya rencana aksi lanjut demi keterlaksanaan kegiatan secara berkelanjutan. Rencana aksi aktualisasi nilai dasar ASN merupakan rencana kegiatan yang dilaksanakan setelah kegiatan-kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, berupa kegiatan pengembangan, perbaikan dari pelaksanaan aktualisasi dan habituasi.
Berdasarkan hasil kegiatan aktualisasi, manfaat, masalah dan dampak yang terjadi, maka kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan senantiasa menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA untuk terus meningkatkan kinerja akan mendorong terwujudnya visi dan misi SMP Negeri 3 Mojolaban. Rencana aksi untuk perbaikan berkelanjutan antara lain sebagai berikut :
Tabel 5.1 Rencana Aksi
No. Kegiatan dan Nilai- Nilai yang Dilanjutkan Rencana Aksi Pelaksanaan Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1. Qur’an Daily sebelum pelajaran dimulai (Akuntabilitas, Anti Korupsi, Komitmen Mutu) Melaksanakan membaca surat –surat pendek pada jam literasi sebelum pelaksanaan pelajaran dengan konsisten, kedisiplinan, dan orientasi mutu Setiap hari kecuali senin, jum’at dan hari-hari tertentu.
2. Pengayaan Soal-Soal PAI (Akuntabilitas, Etika Publik, komitmen mutu) Melakukan pengayaan soal-soal dalam waktu tertentu, setelah materi disampaikan bertujuan untuk pendalaman materi pelajaran dengan profesional, peduli dan effektif Periodik, setelah materi selesai
3. Sholat Dhuhur Berjama’ah (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Anti korupsi) Sholat Dhuhur berjama’ah pada jam istirahat ke-2 di sekolah adalah nuansa keislaman yang harus dilestarikan untuk memupuk rasa tanggung jawab, persatuan, kebersamaan dan kepedulian, serta kedisiplinan Setiap hari kecuali hari jum’at dan sabtu
4. Penggunaan Metode Card Short danTGT (Akuntabilitas, Komitmen mutu) Penggunaan metode pembelajaran yang bervaariatif sangat penting dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa secara profesional dan berorientasi pada mutu Metode pembelajaran inovatif dilaksanakan pada setiap pelajaran dengan variasi dan pengembangan yang disesuaikan dengan materi
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum lancar membaca tulisan arab/ ar Qur’an Pendampingan ini dilaksanakan setelah pelajaran di hari jum’at sebagai hari yang pendek selama 1 jam pelajaran/ 35 menit Setelah pulang sekolah di hari jum’at
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Pembinaan Sekolah Dasar.2016. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Visi Misi Bupati Sukoharjo. 2019. www. sukoharjokab.go.id /v2/id/p/visi-dan-misi .diakses tgl 20 April 2019.
NILAI-NILAI DASAR ASN
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI BIDANG MAPEL AGAMA ISLAM PADA KELAS 7B DI SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN SUKOHARJO
DISUSUN OLEH:
Nama : Ari Maryanto
NIP : 19890103 201902 1 002
Gol/Angkatan : III/ X
No. Presensi : 38
Jabatan : Guru Agama Islam
Unit Kerja : UPTD SMP Negeri 3 Mojolaban
PEMERINTAH KABUPATEN SUKOHARJO BEKERJASAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH
PROVINSI JAWA TENGAH
2019
HALAMAN PERSETUJUAN
LAPORAN AKTUALISASI DAN
HABITUASI NILAI-NILAI DASAR ASN
Judul : Optimalisasi Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Di Bidang Mapel Agama Islam Pada
Kelas 7 B Di SMP Negeri 3 Mojolaban
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sukoharjo
Nama : Ari Maryanto
NIP : 19890103 201902 1 002
Angkatan : X
No. Presensi : 38
Disetujui untuk diseminarkan pada :
Hari : Rabu
Tanggal : 12 Juni 2019
Tempat : Sukoharjo
Sukoharjo, 12 Juni 2019
Peserta Diklat
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
Diperiksa dan disetujui oleh:
Pembimbing Mentor
Drs. Heru Gunawan, M.M. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi.
Widyaiswara Ahli Muda Pembina Tk 1
NIP. 19691109 199003 1 006 NIP.19660706 198903 1 012
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL: LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR ASN
OPTIMALISASI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI BIDANG MAPEL AGAMA ISLAM PADA KELAS 7B DI SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SUKOHARJO
TELAH DISEMINARKAN:
Di : Sukoharjo
Pada Tanggal : 12 Juni 2019
Peserta Diklat
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
Pembimbing Mentor
Drs. Heru Gunawan, M.M. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi.
Widyaiswara Ahli Muda Pembina Tk 1
NIP. 19691109 199003 1 006 NIP.19660706 198903 1 012
Narasumber
Ir. Iman Kridarso, M.Si.
Widyaiswara Ahli Madya
NIP. 19600207 198603 1 015
PRAKATA
Assalamu’alaikum warrohmatullahi wabarakatuh,
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang selalu melimpahkan kebaikan, rahmat, dan nikmat-Nya, Rancangan “Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Aneka Profesi Guru Kelas SMP Negeri 3 Mojolaban” akhirnya dapat terselesaikan dengan baik. Shalawat dan salam penyusun panjatkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa menjadi teladan terbaik bagi umat manusia.Penyusun berharap melalui rancangan aktualisasi ini pembaca dapat memahami berbagai upaya untuk mengaktualisasian nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionaliseme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi.
Penyusun menyadari rancangan aktualisasi ini jauh dari sempurna.Penyusunan rancangan aktualisasi ini dapat selesai atas partisipasi dan bantuan dari berbagai pihak. Pada kesempatan ini, penyusun menyampaikan terimakasih kepada:
1. Drs. Mohammad Arief Irwanto, M.Si selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Jawa Tengah,
2. Joko Triyono, S.H., M.H. selaku Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Sukoharjo,
3. Ir. Iman Kridarso, M.Si. sebagai Narasumber yang telah memberikan saran demi sempurnanya rancangan aktualisasi ini,
4. Drs. Heru Gunawan, M.M. Sebagai pembimbing yang telah membantu dan membimbing penyusunan aktualisasi ini,
5. Sigit Yulianto, S.Pd., MSi. selaku mentor yang telah mengarahkan dan membimbing penyusunan aktualisasi ini,
6. Para Widyaiswara Kabupaten Sukoharjo dan Provinsi Jawa Tengah yang telah memberikan pengetahuan, motivasi, dan bimbingan selama persiapan laporan aktualisasi,
7. Guru-guru SMP Negeri 3 Mojolaban yang telah mengarahkan, membantu dan memberikan motivasi dalam penyusunan laporan aktualisasi,
8. Teman-teman peserta latihan dasar CPNS 2019 angkatan X dan angkatan XI yang telah berbagi pengetahuan dan pengalaman serta memberikan memotivasi,
9. Seluruh keluarga yang telah membantu dan memberikan motivasi,
10. Semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan aktualisasi ini yang tidak bisa penyusun sebutkan satu persatu,
Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membalas kebaikan kepada beliau semua. Penyusun berharap rancangan aktualisasi ini bermanfaat dan menambah wawasan bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sukoharjo, 22 April 2019
Penyusun,
ARI MARYANTO
NIP. 19890103 201902 1 002
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................. i
HALAMAN PERSETUJUAN .............................................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................ iii
PRAKATA ............................................................................................ iv
DAFTAR ISI ......................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ................................................................................ viii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ........................................................................ 1
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah ..................................... 3
C. Tujuan ....................................................................................... 11
D. Manfaat ................................................................................... 11
BAB II TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi ....................................................................... 13
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat .................................................. 22
C. Role Model ............................................................................... 25
BAB III RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan
dengan Nilai ANEKA ................................................................ 27
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi ................................................. 42
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala ........................... 44
BAB IV HASIL KEGIATAN AKTUALISASI – HABITUASI
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar ANEKA ............................................................................ 45
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA ............. 54
BAB V PENUTUP
A. Simpulan ................................................................................... 57
B. Rekomendasi ............................................................................. 59
C. Rencana Aksi .............................................................................. 60
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 56
DAFTAR RIWAYAT HIDUP .................................................................. 57
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Identifikasi Isu-Isu di SMP Negeri 3 Mojolaban .................... 3
Tabel 1.2 Tabel Parameter APKL ........................................................ 5
Tabel 1.3 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL ............. 5
Tabel 1.4 Indikator Metode USG ......................................................... 7
Tabel 1.5 Tabel Parameter USG ......................................................... 8
Tabel 1.6 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG ................. 8
Tabel 1.7 Gagasan Kegiatan dan Aktor ................................................. 9
Tabel 2.1 Data Siswa Tiga Tahun Terakhir .......................................... 15
Tabel 2.2 Data Ruang ............................................................................ 15
Tabel 2.3 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan ............................. 17
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ......................................... 31
Tabel 3.2 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................ 42
Tabel 3.3 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala ....................... 44
Tabel 4.1 Capaian Kegiatan Aktualisasi 1 ............................................. 45
Tabel 4.2 Capaian Kegiatan Aktualisasi 2 ............................................. 47
Tabel 4.3 Capaian Kegiatan Aktualisasi 3 ............................................. 48
Tabel 4.4 Capaian Kegiatan Aktualisasi 4 ............................................. 50
Tabel 4.5 Capaian Kegiatan Aktualisasi 5 ............................................. 51
Tabel 4.6 Matriks Rekapitulasi Aktuaisasi ............................................ 54
Tabel 5.1 Rencana Aksi ...................................................................... 60
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Suasana Sekolah ............................................................. 17
Gambar 2.2 Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Mojolaban ................... 21
Gambar 2.3 Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd. .......................................... 25
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang merdeka dan mandiri dalam mengatur bangsanya. Pemerintah sebagai pembuat kebijakan menetapkan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menjalankan kebijakan. ASN terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).Kedudukan ASN berada di tingkat pusat, daerah, dan luar negeri.
Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN menjelaskan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. ASN diharapkan dapat mencapai tujuan nasional Indonesia.Tujuan tersebut tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.
Peranan pencapaian tujuan nasional Indonesia mencerdaskan kehidupan bangsa dikhususkan kepada guru.Pengertian guru dalam UU No. 14 Tahun 2015 yaitu guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Keberhasilantercapainya tujuan nasional didasarkan pada profesionalitas kinerja.Guru ASN yang professional selalu berlandaskan pada nilai-nilai dasar yang meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi yang sering disingkat dengan ANEKA
Kaitannya dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyebutkan tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabak dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Pengertian pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajardan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensidirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Lebih khususnya, pendidikan agama Islam sebagai usaha sadar dalam mempersiapkan siswa untuk mengetahui dan mengamalkan tuntunan ajaran agama Islam disertai dengan menghargai penganut agama yang berbeda dalam hubungan umat beragama.
Dalam pelaksanaan pendidikan agama Islam sering mengalami berbagai masalah. Masalah tersebut menjadi isu yang hangat diperbincangkan walaupun tingkat kebenarannya perlu diteliti ulang. Berdasarkan observasi yang dilakukan pada bulan April 2019 di SMP Negeri 3 Mojolaban, ditemukan beberapa masalah yaitu:
1. Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
2. Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran
3. Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
4. Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih
5. Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Permasalahan yang terjadi di atas terpilih masalah “Kurang optimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam” sebagai fokus masalah. Kemudian, masalah tersebut ditelaah menggunakan fish-bone untuk mencari pokok masalahnya, maka terdapat lima masalah yaitu manusia, metode, lingkungan, alat dan bahan. Dari lima masalah pokok ini ASN memilah akar masalah yaitu Sebagian materi menggunakan huruf hijaiyyah sehingga siswa kebingungan, Latihan mengerjakan soal yang belum maksimal, Guru belum melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan Belum ada pembiasaan-pembiasaan islami.
B. Identifikasi Isu dan Rumusan Masalah
1. Identifikasi Isu
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan kepalaSMP Negeri 3 Mojolaban, ditemukan beberapa isu.Isu-isu tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan pendidikan, khususnya tujuan sekolah. Isu tersebut perlu dianalisis penyebab dan solusi penyelesaiannya melalui aktualisasi nilai-nilai dasar ASN. Hasil isu yang teridentifikasi adalah sebagai berikut:
Tabel 1.1 Identifikasi Isu-Isu di SMP Negeri 3 Mojolaban
No Identifikasi Isu Sumber isu Keadaan Saat Ini Kondisi Yang Diharapkan
1 Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
Manajemen ASN Guru kurang variatif dalam menggunakan metode pembelajaran, guru lebih sering menggunakan metode ceramah. Guru menggunakan metode pembelajaran yang lebih variatif sesuai dengan materi pembelajaran dan karakter siswa.
2 Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran Pelayanan publik Guru lebih banyak melakukan pembelajaran di dalam kelas;
Siswa tidak terbiasa sholat lima waktu (terutama sholat dhuhur yang waktu pelaksanaannya di sekolah);
Kurang terbangunnya iklim lingkungan yang mendukung siswa sholat Guru menggunakan masjid sebagai tempat pembelajaran;
Guru membiasakan para siswa sholat dhuhur dan sholat dhuha berjama’ah
3 Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih Pelayanan publik sebagian siswa
belum fasih membaca Al Qur’an Seluruh siswa dapat membaca Al Qur’an dengan benar dan fasih
4 Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri Manajemen ASN Siswa kurang memiliki sikap tanggung jawab terhadap dirinya sendiri, misal tidak mengerjakan PR, tidak mengerjakan piket sekolah, kurang peduli terhadap orang lain, dan kurang peduli terhadap lingkungan Guru dapat membantu siswa dalam meningkatkan sikap tanggung jawab terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan.
5 Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam Pelayanan publik Siswa mengalami kesulitan dalam belajar Agama Islam, beberapa siswa kesulitan mencapai nilai di atas KKM. Siswa dapat belajar Agama Islam dengan baik, semua siswa dapat mencapai nilai di atas KKM.
2. Penetapan Isu
a. Penetapan Kualitas Isu menggunakan Metode APKL
Rancangan aktualisasi yang akan dilaksanakan ditetapan menggunakan metode APKL. Metode APKL didasarkan pada Aktual, Problematik, Kekhalayakan, dan Layak.Parameter APKL disajikan pada tabel berikut :
Tabel 1.2 Tabel Parameter APKL
Indikator Keterangan
1 2 3
1 Aktual (A) Isu yang sedang terjadi atau dalam proses kejadian, sedang hangat dibicarakan di kalangan masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. jadi bukan isu yang sudah lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi.
2 Problematik (P) Isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentutan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya.
3 Kekhalayakan (K) Isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja.
4 Layak (L) Isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab.
Isu-isu yang sudah diidentifikasi kemudian dianalisis menggunakan metode APKL. Analisis dari isu-isu yang ada diSMP Negeri 3 Mojolaban menggunakan metode APKL disajikan pada tabel berikut:
Tabel 1.3 Tabel Penetapan Isu Menggunakan Metode APKL
No Mata Pelatihan Terkait Identifikasi Isu Indikator Keterangan
A P K L
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Manajemen ASN 1. Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran + + + - Tidak Memenuhi (TM)
2. Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri + + - + Tidak Memenuhi (TM)
2 Pelayanan Publik 3. Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran + + + + Memenuhi (M)
4. Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih + + + + Memenuhi (M)
5. Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Agama Islam + + + + Memenuhi (M)
b. Penetapan Kualitas Isu Menggunakan Analisis USG
Penetapan isu menggunakan USG mempertimbangkan urgency, seriousness, and growth.Indikator analisis metode USG dijelaskan pada tabel berikut.
No Komponen Keterangan
1 2 3
1 Urgency Seberapa mendesak isu tersebut dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu
2 Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang ditimbulkan masalah-masalah lain kalu masalah penyebab isu tidak dipecahkan (bisa mengakibatkan masalah lain)
3 Growth Seberapa kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan semakin memburuk jika dibiarkan.
Tabel 1.4 Indikator Metode USG
Analisis menggunakan metode USG berbeda dengan metode APKL.Analisis metode USG memuat rentang skor 1-5 berdasarkan parameter berikut:
Skor PARAMETER
Urgency Seriousness Growth
1 2 3 4
1 Isu tidak mendesak untuk segera diselesaikan Isu tidak begitu serius untuk di bahas karena tidak berdampak ke hal yang lain Isu lamban berkembang
2 Isu kurang mendesak untuk segera diselesaiakn Isu kurang serius untuk segera dibahas karena tidak kurang berdampak ke hal
yang lain Isu kurang cepat berkembang
3 Isu cukup mendesak untuk segera diselesaikan Isu cukup serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu cukup cepat berkembang, segera dicegah
4 Isu mendesak untuk segera diselesaikan Isu serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu cepat berkembang untuk segera dicegah
5 Isu sangat mendesak untuk segera diselesaikan Isu sangat serius untuk segera dibahas karena akan berdampak ke hal yang lain Isu sangat cepat berkembang untuk segera dicegah
Tabel 1.5 Tabel Parameter USG
Isu yang telah memenuhi syarat pada metode APKL kemudian dianalisis kembali menggunakan metode USG.Isu-isu tersebut diberikan skor berdasarkan parameter USG, kemudian diurutkan berdasarkan skor yang tertinggi.Analisis isu-isu menggunakan metode USG dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1.6 Analisis kualitas isu menggunakan metode USG
No Isu Indikator Jumlah Peringkat
U S G
1 2 3 4 5 6 7
1 Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam 5 5 5 15 I
2 Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an dengan fasih 4 5 5 14 II
3 Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran 4 5 4 13 III
c. Penetapan isu yang terpilih
Dari hasil analisis APKL dan USG, ditetapkan isu yang dipilih dan ditindaklanjuti dengan gagasan rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk mengatasi isu tersebut. Langkah yang dilakukan dalam tahap ini merumuskan isu yang memuat focus dan locus, menentukan gagasan kegiatan yang akan dilakukan, mengidentifikasi sumber isu, aktor yang terlibat dan peran dari setiap aktor, dan mendeskripsikan keterkaitannya dengan mata pelatihan yang relevan (secara langsung maupun tidak langsung) dengan konteks isu.
Fokus dan lokus isu adalah kurang optimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas 7B di bidang Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban. Sumber isu yang diteliti adalah Sebagian materi menggunakan huruf hijaiyyah sehingga siswa kebingungan, Latihan mengerjakan soal yang belum maksimal, Guru belum melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, dan Belum ada pembiasaan -pembiasaan islami. Sedangkan gagasan kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut :
Tabel 1.7 Gagasan Kegiatan dan Aktor
Isu Terpilih Gagasan Kegiatan Aktor Yang Terlibat Peran Aktor Yang Terlibat
Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam 1. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
2. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
3. Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah
4. Menerapkan Metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
5. Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an Kepala Sekolah, Mentor, ASN yang melakukan aktualisasi, Wali Kelas, Guru Mapel, Siswa Kepala sekolah sebagai penentu kebijakan; mentor sebagai pembimbing kegiatan; wali kelas sebagai penanggungjawab kelas yang akan dihabituasi; guru mapel adalah guru yang pada yang dhuhur (jam ke-7 dan 8 pada kelas yang dihabituasi berfungsi pemberi ijin untuk memperbolehkan siswa sholat dhuhur berjamaah; siswa sebagai obyek habituasi.
d. Analisis Dampak
Dampak masalah adalah kemungkinan-kemungkinan yang terjadi apabila masalah tidak diselesaikan. Dampak dari masalah “Kurang maksimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam” adalah :
1. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Minat belajar siswa akan cenderung menurun pada Mapel Agama Islam
4. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang berhuruf arab/Al Qur’an
e. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada perancangan aktualisasi ini adalah :
1) Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai dengan prinsip Manajemen Aparatur Sipil Negara,Whole of Goverment dan Pelayanan Publik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban?
2) Bagaimana rancangan kegiatan aktualisasi sesuai Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban?
C. Tujuan
Tujuan dari rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
1. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi keterkaitan prinsip manajemen ASN, Whole of Goverment, dan pelayanan publik untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban.
2. Mampu memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasi keterkaitan prinsip nilai-nilai dasar ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) ASN pada kegiatan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam pada kelas 7B SMP Negeri 3 Mojolaban.
D. Manfaat
1. Bagi Peserta Pelatihan Dasar CPNS
a. Meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas jabatan.
b. Memperkaya khazanah ilmu pengetahun peserta.
2. Bagi Siswa
a. Menambah pengetahuan siswa dalam pembelajaran.
b. Meningkatkan prestasi belajar siswa.
c. Meningkatkan sikap tanggung jawab siswa dalam kegiatan pembelajaran.
d. Meningkatkan ketrampilan siswa dalam pembelajaran.
3. Bagi SMP Negeri 3 Mojolaban Kabupaten Sukoharjo
a. Mewujudkkan visi, misi, dan tujuan SMP Negeri 3 Mojolaban.
b. Meningkatkan kualitas pelayanan SMP Negeri 3 Mojolaban.
4. Bagi Masyarakat
a. Menambah wawasan tentang nilai-nilai dasar.
b. Mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik.
BAB II
TUGAS UNIT KERJA DAN TUGAS PESERTA
A. Profil Organisasi
SMP Ngeri 3 Mojolaban merupakan lembaga pendidikan tingkat sekolah menegah pertama di wilayah kecamatan Mojolaban. SMP Negeri 3 Mojolaban terletak di Desa Laban, Kecamatan Mojolaban, Kabupatn Sukoharjo.
1. Dasar Hukum dan Pembentukan Organisasi
Menurut UU No 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman (Pasal 1, ayat 2). Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Dasar hukum penyelenggaraan organisasi pendidikan yaitu:
1. Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 alenia ke empat;
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3. Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional tidak memadai lagi dan perlu diganti serta perlu disempurnakan agar sesuai dengan amanat perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
4. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan;
7. Permendikbud Nomor 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional;
8. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Pasal 1 ayat 11);
9. Kepmendikbud Nomor 193/P/2012 tentang Perubahan atas Kepmendikbud Nomor 174/P/2012 tentang Anggota Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Badan Akreditas Nasional Sekolah/Madrasah, dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal Periode Tahun 2012-2017;
SMP Negeri 3 Mojolaban merupakan salah satu sekolah menengah pertama yang berada di wilayah kecamatan Mojolaban. Berikut dijelaskan profil SMP Negeri 3 Mojolaban :
a. Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Mojolaban
b. NPSN : 20310725
c. Alamat (Jl/Kec/Kab) : Laban, Mojolaban, Sukoharjo
No. Telepon : 0271 611073
d. Koordinat : Latitude :7035,5’ LS
Longitude : 110050,5’ BT
e. Nama Yayasan : --
f. Nama Kepala Sekolah : Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd.
g. No. Telepon/ HP : 0821b363 873 87
h. Kategori Sekolah : Negeri
i. Tahun Beroperasi : 1991
j. Kepemilikan Tanah : Milik Pemerintah
1) LT/ Status : 12.000 M2/ Hak Pakai
2) LB : 3.387 M2
Tabel 2.1 Data Siswa Tiga Tahun Terakhir
Tahu Ajaran Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Jumlah Keseluruhan
Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel
2016/
2017 285 0rg 9 rbl 247 org 8 rbl 265 org 9 rbl 797 org 26 rbl
2017/
2018 283 0rg 9 rbl 283 org 9 rbl 245 org 8 rbl 811 org 26 rbl
2018/
2019 286 0rg 9 rbl 276 org 9 rbl 277 org 9 rbl 839 org 27 rbl
Tabel 3.2 Data Ruang
a. Data Ruang Kelas
Jumlah Ruang Kelas Asli (d) Jumlah Ruang Laingnnya yang digunakan untuk ruang kelas (e) Jumlah ruang yang digunakan untuk ruang kelas (f=d+e)
Ukuran : 7x9 m2 (a) Ukuran : >63 m2 (b) Ukuran : <63 m2 Jumlah Semua (a+b+c)
Ruang Kelas 26 Rg. - Rg - Rg 26 Rg. Jumlah : 1 Ruang, Yaitu Ruang Laboratorium 27 Rg.
b. Data Ruang Lainnya
Jenis Ruang Jumlah Ukuran (m2) Jenis Ruang Jumlah Ukuran (m2)
1. Perpustakaan 1 Rg 7 x 12 6. Kesenian 1 Rg 2.5 x 8
2. Laboratorium IPA 2 Rg 9 x 16 7. Ketrampilan 1 Rg 9 x 16
3. Lab Komputer 3 Rg 9 x 12 8. Serba Guna 1 Rg 14 x 28
4. Lab. Bahasa - Rg 9. Pimpinan 1 Rg 3 x3
5. Lab. Multimedia - Rg 10. Tata Usaha 1Rg 6x 16
Tabel 2.3 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan
No. Rekap Per Gol. Guru Non Guru GTT PTT Jumlah
1. IV/b 7 - - - 7
2. IV/a 20 - - - 20
3. III/d 2 1 - - 3
4. III/c 6 - - - 6
5. III/b 3 - - - 3
6. III/a 5 - - - 5
7. II/b - 1 - - 1
8. II/a 1 - - - -
9 - - - 7 7 14
Jumlah 43 2 7 7 59
Berikut ini merupakan foto SMP Negeri 3 Mojolaban akan ditampilkan pada gambar 2.1.
Gambar 2.1 Suasana Sekolah
2. Visi, Misi, Nilai, dan Tujuan Organisasi
a. Visi dan Misi Kabupaten Sukoharjo
1) Visi Bupati Dan Wakil Bupati Sukoharjo Periode 2016 – 2021 adalah : TERUS MEMBANGUN SUKOHARJO YANG LEBIH SEJAHTERA, MAJU, DAN BERMARTABAT DI DUKUNG PEMERINTAHAN YANG PROFESIONAL
2) Misi Kabupaten Sukoharjo
a) Memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis dan transparan;
b) Meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat;
c) Mendorong penguatan kemandirian ekonomi yang berbasis pada pertanian dan industri serta pengelolaan potensi daerah dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup;
d) Meningkatkan kualitas kehidupan bergama dan bermasyarakat;
e) Mewujudkan kondisi masyarakat yang aman, tentram dan dinamis.
b. Visi dan Misi SMP Negeri 3 Mojolaban
1) Visi SMP Negeri 3 Mojolaban
Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan.
2) Misi SMP Negeri 3 Mojolaban
a) Menyelenggarakan program kegiatan kompetensi dan kompetisi bagi pengembangan profesi guru dan prestasi siswa;
b) Meningkatkan kualitas kegiatan ilmiah bagi siswa dan guru;
c) Melengkapi dan memberdayakan media pembelajaran secara maksimal untuk meningkatkan prestasi akademis siswa;
d) Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa;
e) Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
f) Menyelenggarakan program 6 S dan 1 T (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan, Santun dan Toleransi);
g) Menjalin kerja sama antara sekolah, orang tua siswa, Komite Sekolah dan Stake Holder secara rutin;
h) Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah dan membudayakan sikap peduli terhadap lingkungan hidup.
3) Tujuan SMP Negeri 3 Mojolaban
a) Meningkatkan kompetensi dan kompetisi bagi pengembangan profesi guru dan penguasaan IPTEK, termasuk mengikuti lomba guru berprestasi;
b) Meningkatkan kompetensi dan kompetisi siswa melalui berbagai lomba dan kejuaraan di berbagai tingkatan;
c) Membekali siswa dengan teknologi informasi (IT) agar mampu mengakses berbagai informasi secara positif melalui iternet /ICT;
d) Melahirkan generasi berprestasi yang mampu bersaing di tingkat kabupaten dan provinsi dalam pengembangan bakat dan minat ekstrakurikuler;
e) Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien;
f) Mempertahannkan persentase kenaikan kelas dan kelulusan mencapai 100%;
g) Mmeningkatkan pengamalan ajaran agama yang dianut secara benar;
h) Terselenggaranya program 6S dan 1T (Salam, Salim, Sapa, Senyum, Sopan, Santun dan Toleransi) bagi seluruh warga sekolah;
i) Terwujudnya karakter pendidikan yang Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial Dan Tanggung Jawab;
j) Melaksanakan tata tertib sekolah sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi seluruh warga sekolah (kepala sekolah, guru, siswa dan karyawan);
k) Melaksanakan kegiatan 7K yaitu: Kebersihan, keindahan, kerindangan, kenyamanan, kesehatan, keamanan dan ketertiban bagi semua warga sekolah.
4) Sasaran Sekolah
a) Sekolah mencapai peningkatan mutu tenaga pendidik dan kependidikan;
b) Mencapai standar pembelajaran yang berbasis ICT;
c) Mengembangkan inovasi pembelajaran untuk meraih prestasi akademis dan nonakademis;
d) Mampu mengembangkan pencapaian standar kelulusan maksimal;
e) Melahirkan generasi yang berakhlak dan berbudi pekerti;
f) Menciptakan lingkungan yang nyaman, aman dan teduh.
3. Sistem Nilai SMP Negeri 3 Mojolaban
Adapun Sistem nilai yang dianut oleh SMP Negeri 3 Mojolaban adalah ABITA (Aku Bangga Indonesia Tanah Airku)
4. Struktur organisasi
Struktur organisasi yang ada di SMP Negeri 3 Mojolaban adalah sebagai berikut:
Gambar 2.2 Struktur organisasi SMP Negeri 3 Mojolaban
B. Tugas Jabatan Peserta Diklat
A. Tugas Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)
Pegawai ASN turut serta dalam mewujudkan cita-cita dan tujuan negara.Tugas pegawai ASN tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 adalah:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan
c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tugas ASN lainnya juga diatur dalam undang-undang ASN nomor 5 tahun 2014 pasal 5 mengatur tentang kode etik dan kode perilaku ASN, yang bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode perilaku tersebut adalah sebagai berikut :
a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi;
b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin;
c. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan;
d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau pejabat yang berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan etika pemerintahan;
f. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara;
g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab, efektif, dan efisien;
h. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya;
i. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan;
j. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain;
k. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; dan melaksanakan ketentuan peraturan perundang- undangan mengenai disiplin Pegawai ASN.
B. Jabatan Fungsional Guru
Jabatan fungsional guru diatur dalam Peratutan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenegpan RB) No. 16 Tahun 2009 menjelaskan bahwa jabatan fungsional guru adalah jabatan fungsional yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing dan mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki oleh PNS.
Jabatan fungsional guru juga menjadi kewajiban dan tanggung jawab seorang guru. Kewajiban seorang guru diantaranya adalah merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi selama proses belajar mengajar berlangsung.
Seorang guru juga berkewajiban untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan mengembangkan kualitas dan kompetensi akademik sesuai dengan perkembangan zaman.Guru wajib bersifat objektif dan meningkatkan nilai kesatuan dan persatuan dalam diri peserta didik. Kewajiban seorang guru yang lainnya adalah menjunjung tinggi aturan dan kode etik guru yang telah ditetapkan.Lalu tanggung jawab seorang guru adalah menyelesaikan segala tugasnya selama masa tugas berlangsung.
C. Tugas Pokok dan Fungsi Guru
Tugas guru dijelaskandalam BAB XI Pasal 39 ayat (2), Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 20 Undang-UndangNomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru yang telah diubah dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017.
Beban kerja guru yang termuat di dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
a. Merencanakan pembelajaran atau pembimbingan;
b. Melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan;
c. Menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan;
d. Membimbing dan melatih peserta didik;dan
e. Melaksanakan tugas tambahan yangmelekat pada pelaksanaan kegiatan pokoksesuai dengan beban kerja guru.
Beban kerja guru tersebut dilaksanakan paling sedikit memenuhi 24(dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam I (satu) minggu.Tugas guru secara lebih terperinci dijelaskan dalam Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010 tentang petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, diantaranya:
a. Menyusun kurikulum pembelajaran pada satuan pendidikan
b. Menyusun silabus pembelajaran
c. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
d. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
e. Menyusun alat ukur soal sesuai mata pelajaran
f. Menilai dan mengevaluasi proses dan hasil belajar pada mata pelajaran di kelasnya
g. Menganalisis hasil penilaian pembelajaran
h. Melaksanakan pembelajaran, perbaikan dan pengayaan dengan memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi
i. Melaksanakan bimbingan dan konseling di kelas yang menjadi tanggung jawabnya (khusus guru kelas)
j. Menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap proses dan hasil belajar tingkat sekolah/ madrasah dan nasional
k. Membimbing guru pemuladalam program induksi
l. Membimbing siswa dalam kegiatan ekstra kurikuler proses pembelajaran
m. Melaksanakan pengembangan diri
n. Melaksanakan publikasi ilmiah dan/ atau karya inovatif
o. Melakukan presentasi ilmiah
C. Role Model
Gambar 2.3 Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd.
Role model adalah panutan, yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sama artinya dengan teladan yaitu "Sesuatu yang patut ditiru atau baik untuk di contoh (tentang kelakukan, perbuatan, sifat, dan sebagainya). Jadi dapat disimpulkan bahwa orang yang mempunyai kelakuan, perbuatan, sifat dan sebagainya yang patut ditiru atau baik, dan orang tersebut dijadikan contoh oleh orang lain.
Pada kesempatan ini, penulis akan mengambil role model yang berada di sekitar penulis yaitu Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Mojolaban yaitu Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd. Berikut ini alasan yang menyebabkan penulis memilih beliau sebagai role model:
a. Di dalam kesehariannya, beliau sangat layak dijadikan contoh dan panutan. Beliau sangat menjaga kedisiplinan dalam setiap kegiatan yang dilakukan;
b. Sebagai sosok pemimpin, sifat yang ramah dan penuh semangat juga berhasil membawa suasana yang menyenangkan untuk bisa bekerjasama;
c. Sebagai manajemen di sekolah, beliau telah berhasil mengkoordinasikan tugas dan fungsi guru sebagai mana mestinya;
d. Sebagai fasilitator beliau mampu menjadi penghubung baik guru, siswa maupun stakeholder untuk melaksanakan kegiatan dengan penuh inovatif dan tanggung jawab;
e. Sebagai motivator, beliau tidak pernah lelah untuk menyemangati guru, terlebih guru wiyata bakti untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan-tantangan dalam dunia pendidikan.
Berikut ini merupakan riwayat pekerjaan Ibu Dra. Ririen Adiatmi, M.Pd dari jabatan pertama sampai saat ini adalah :
a. Guru Mapel IPS di SMP Negeri 2 Polokarto (1995 – 2011)
b. Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Mojolaban (2011 – Sekarang)
Oleh karena itu, penulis memilih role model yaitu Ibu Ririen Adiatmi, M.Pd. karena dapat memberikan inspirasi orang lain supaya meniru
perilaku teladannya, khususnya bagi diri penulis sendiri.
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI
A. Daftar Rancangan Kegiatan Aktualisasi dan Keterkaitan dengan Nilai ANEKA
Rencana kegiatan aktualisasi dan habituasi dibuat berdasarkan isu-isu permasalahan yang terjadi di tempat ASN bekerja yaitu di UPTD SMP Negeri 3 Mojolaban. Berdasarkan isu-isu yang sudah ASN pilih dan analisis menggunakan metode APKL dan USG, isu yang terpilih akan dijabarkan menjadi serangkaian kegiatan-kegiatan yang bersumber dari tugas dan fungsi ASN sebagai guru, perintah pimpinan maupun inovasi yang ASN ciptakan untuk mendukung kegiatan yang akan dilaksanakan.
Rancangan aktualisasi terdiri dari identifikasi isu, pengajuan gagasan pemecahan isu/masalah dengan menyusun daftar rencana kegiatan, tahapan kegiatan dan output kegiatan, mendeskripsikan keterkaitan antara rencana kegiatan yang diusulkan dengan substansi mata pelatihan Nilai-Nilai Dasar CPNS yang terdiri dari ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).
Kegiatan-kegiatan aktualisasi dirancang sedemikian rupa yang terkait dengan nilai-nilai dasar ASN. Nilai-nilai dasar ASN meliputi akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatNya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran”. (QS. Shaad: 29)
Kegiatan Qur’an Daily adalah kegiatan yang memanfaatkan waktu literasi pada setiap pagi sebelum pelajaran dimulai dengan membaca Al Qur’an (Surat pendek/ Juz Amma) selama 15 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang religius, tekun dan gemar membaca.
2. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
Pengayaan soal-soal PAI adalah kegiatan membiasakan siswa untuk mengerjakan soal-soal agar terlatih dalam menghadapi soal-soal agama Islam. Kegiatan ini mengajarkan perilaku disiplin, akuntabel, kerja keras dan tanggung jawab.
3. Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir (Dhuhur dan Ashar) sampai gelap malam (Maghrib dan Isya) dan dirikanlah pula shalat subuh” (QS. Al Isra’: 78)
Sholat dhuhur berjamaah adalah kegiatan religius sholat yang dilakukan bersama-sama untuk memakmurkan/ memanfaatkan masjid sekolah. Kegiatan ini mengajarkan disiplin, persatuan dan kesatuan, akuntabel dan kebajikan.
4. Menerapkan metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Card short adalah metode pembelajaran siswa aktif yang dapat dilakukan dengan cara membuat kartu-kartu bertopik yang dibagikan secara acak kemudian siswa berkelompok dengan sebuah topik tertentu dan siswa mencari hubungan topik tersebut sesuai dengan tema pembelajaran. Kemudian TGT adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok belajar yang saling berlomba meraih prestasi.
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
“Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” (QS. Al Qomar :17)
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa yang masih kesulitan dalam membaca tulisan arab/ Al Qur’an. Kegiatan ini mengandung nilai kebajikan, keluwesan, orientasi mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Unit Kerja : UPTD SMP NEGERI 3 MOJOLABAN
Identifikasi Isu : Isu yang ditemukan di lingkungan UPTD SMP NEGERI 3 MOJOLABAN:
1) Kurang optimalnya peran guru dalam menggunakan metode pembelajaran
2) Kurang optimalnya penggunaan sarana masjid sekolah dalam kegiatan pembelajaran
3) Kurangnya penanganan guru dalam mendampingi peserta didik melakukan tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
4) Kurang optimalnya guru dalam membimbing kegiatan membaca Al Qur’an
5) Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Isu yang diangkat : Kurang optimalnya peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam
Gagasan Pemecahan Isu : Gagasan kegiatan untuk menyelesaikan isu terdiri atas 5 kegiatan yaitu:
1) Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
2) Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
3) Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
4) Menerapkan metode pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament)
5) Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
Rincian tentang kegiatan-kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan dijabarkan pada tabel berikut.
Tabel 3.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil Kegiatan Keterkaitan Subtansi Mata Pelatihan Konstribusi Visi Misi Organisasi Konstribusi Penguatan Nilai Organisasi Dampak Jika Kegiatan Tidak Dilaksanakan
1 Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Menyusun lembar kegiatan Qur’an Daily.
d. Mensolisasikan kegiatan Qur’an Daily kepada siswa Kelas 7 B
e. Pelaksanaan kegiatan Qur’an Daily
f. Mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan a. Saran dan masukan
b. Kesepakatan dengan wali kelas tentang kegiatan Qur’an Daily dengan wali kelas
c. Lembar pantau Kegiatan Qur’an Daily
d. Siswa memahami kegiatan Qur’an Daily kepada siswa
f. Terlaksanakannya kegiatan Qur’an Daily di kelas 7B
g. Lembar evaluasi kegiatan a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan kepada rekan guru untuk mengatasi masalah bersama (nilai Etika Publik yaitu Kebersamaan)
c. Menyusun buku kegiatan Qur’an Daily dengan teliti dan sungguh-sungguh (nilai Akuntabilitas yaitu Tanggung Jawab)
d. Mensosialisasikan kegiatan Qur’an Daily serta memahamkan kegiatan tersebut kepada siswa (nilai Etika Publik yaitu Integritas)
e. Membimbing Qur’an Daily dengan bersemangat (nilai Komitmen Mutu yaitu Layanan Sepenuh Hati); Pelaksanaan Qur’an Daily sengan membaca surat pendek (Nasionalisme yaitu Sila 1 butir 2 “manusia indonesia percaya dan taqwa erhadap Tuhan yang maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”), Memberikan kepercayaan kepada siswa untuk memimpin kegiatan Qur’an Daily (nilai Akuntabilitas yaitu Kepercayaan)
f. Mengevaluasi kegiatan dengan penuh tanggung jawab (nilai Anti Korupsi yaitu Tanggung Jawab) Kegiatan Qur’an Daily turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini menguatkan nilai yang terangkum dalam tujuan sekolah yaitu “Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Tidak meningkatnya kebiasaan siswa dalam mengenal al Qur’an
2 Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam
a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat soal sesuai dengan kompetensi dasar
c. Membagikan soal kepada siswa
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa
e. Merekap skor siswa kemudian mengkonversikan dalam bentuk nilai a. Saran dan masukan
b. Soal-soal PAI
c. Terbagikannya soal kepada siswa
d. Terkoreksinya hasil pekerjaan siswa
e. Hasil rekap nilai a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Membuat soal dengan sungguh-sungguh (nilai Komitmen Mutu yaitu orientasi mutu)
c. Membagikan soal secara merata (nilai Nasionalisme yaitu Sila ke-2 butir 5, “mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain”);
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa (nilai Anti Korupsi yaitu Kejujuran)
e. merekap nilai dengan sebenar-benarnya (nilai Akuntabilitas yaitu integritas) Kegiatan Pengayaan Soal PAI turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah Kegiatan ini menguatkan nilai sekolah yang terdapat pada tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras dan mandiri”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang berkembangnya prestasi belajar siswa
2. tidak terpenuhinya mutu pembelajaran Mapel Agama Islam yang baik
3. pengalaman kesulitan memecahkan soal Agama Islam belum teratasi
3 Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Mengkoordinasikan dengan guru yang mengampu Mata Pelajaran pada Jam ke-7 dan jam ke-8
d. Mensosialisasikan kegiatan sholat dhuhur berjama’ah di sekolah, serta memahamkan siswa tentang pentingnya sholat dhuhur (sholat wajib)
e. Membuat lembar pantau sholat dhuhur
f. Pelaksanaan kegiatan sholat dhuhur berjamaah a. Saran dan masukan
b. Kesepakatan dengan wali kelas tentang kegiatan sholat dhuhur berjamaah
c. Kesepakatan dengan guru mapel tentang kegiatan sholat dhuhur berjamaah
d. Siswa mengerti dan memahami kegiatan sholat dhuhur berjamaah
e. Lembar Pantau Sholat Dhuhur
f. Terlaksananya kegiatan sholat dhuhur berjamaah a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b.Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan kepada rekan guru untuk mengatasi masalah bersama (nilai Etika Publik yaitu kebersamaan)
c.Mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan dengan guru mapel sehingga informasi tersampaikan dengan benar (nilai Etika Publik yaitu Integritas)
d.Mensosialisasikan dan memahamkan siswa dengan penuh kepedulian tentang kegiatansholat dhuhur (nilai Nasionalisme yaitu sila ke-1 butir 2, “Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan yang maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab”)
e.Membuat lembar pantau
dengan kesungguhan (nilai Komitmen Mutu yaitu
Orientasi Mutu; Anti
Korupsi yaitu Kerja Keras)
f.Menugaskan siswa mengisi lembar pantau (nilai Akuntabilitas yaitu kepercayaan) Kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan Sekolah yaitu Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan islami yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Kurang meningkatnya kebiasaan siswa dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim
4 Menerapkan Metode pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat Rencana pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT sesuai rencana pembelajaran.
d. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT a. Saran dan masukan
b. RPP Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Terlaksanakannya kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT; absensi siswa
d. Terevaluasinya kegiatan pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT ; Lembar evaluasi siswa
e. Laporan refleksi dan tindak lanjut a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi
bersamamentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu Keluwesan);
b. Membuat RPP dengan memperdalam materi yang ada (nilai Nasionalisme yaitu Sila 5 butir 9, “suka bekerja keras”)
c. Melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggungjawab (Akuntabilitas yaitu tanggung jawab)
d. Mengevaluasi pembelajaran dengan penuh tanggung jawab (nilai Anti Korupsi yaitu Tanggung Jawab)
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran dengan senang hati (nilai Komitmen Mutu yaitu Perbaikan Berkelanjutan) Kegiatan pembelajaran menerapkan metode Card Short dan TGT turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa; Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. minat belajar siswa cenderung menurun pada mapel Agama Islam
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Tidak berkembang prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam
5 Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Menyiapkan sumber belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
c. Melakukan pendataan siswa yang tidak bisa membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Melaksanakan kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
e. Mencatat kehadiran siswa pada buku presensi
f. Mengevaluasi proses pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an a. Saran dan masukan
b. Buku Materi Membaca Tulisan arab/ Al Qur’an
c. Daftar siswa yang sudah bisa dan tidak lancar membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Terlaksanakannya kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an; Catatan Perkembangan
e. Daftar hadir siswa
f. Laporan evaluasi kegiatan a. Berkomunikasi dengan santun saat berkonsultasi dengan mentor merupakan (nilai Etika Publik yaitu
Keluwesan);
b. Menyiapkan sumber dengan sepenuh hati (nilai Komitmen Mutu yaitu Layanan Sepenuh Hati)
c. Melakukan pendataan siswa secara akurat (nilai Akuntabilitas yaitu Integritas; Nasionalisme yaitu pasal ke-5 butir 9, “suka bekerja keras”)
d. Melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab (nilai Komitmen Mutu yaitu Orientasi Mutu)
e. Mencatat kehadiran siswa dengan sebenar-benarnya (nilai Anti Korupsi yaitu Kejujuran)
f. Mengevaluasi kegiatan dengan sebenar-benarnya (nilai Akuntabilitas yaitu transparansi) Kegiatan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Kegiatan ini
menguatkan
nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”. Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang mengandung tulisan arab
2. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
3. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
B. Jadwal Rancangan Aktualisasi
Tabel 3.2 Jadwal Rancangan Aktualisasi
No Kegiatan Minggu ke- Bukti Kegiatan
April Mei
5 1 2 3 4 5
1. Melakukan konsultasi kepada mentor Buku Bimbingan
2. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily Buku Kegiatan Qur’an Daily, Jadwal petugas Qur’an Daily, Foto, Lembar evaluasi
3. Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam Soal-soal PAI, Hasil rekap nilai, Foto
4. Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah Lembar Pantau Sholat Dhuhur, Foto
5. Menerapkan Metode pembelajaran Short Card yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) RPP, absensi siswa, Lembar evaluasi siswa, Catatan refleksi dan tindak lanjut
6. Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an Buku Materi Membaca Tulisan arab/ Al Qur’an, Daftar siswa yang sudah bisa dan tidak lancar membaca tulisan Arab/ Al Qur’an,Catatan Perkembangan, Daftar hadir siswa, Catatan Evaluasi
C. Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
Tabel 3.3 Antisipasi dan strategi menghadapi kendala
No. Kegiatan Kendala yang mungkin terjadi Antisipasi dan Strategi Menghadapi Kendala
1 Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily a. Anak terlambat masuk ke sekolah
b. Anak tidak membawa juz amma/ AlQur’an a. Menasehati anak agar tidak terlambat
b. Selalu mengingatkan agar membawa juz amma dan menyediakan Al Qur’an cadangan di meja guru
2 Melakukan pengayaan soal-soal Pendidikan Agama Islam a. Siswa kesulitan memahami soal
b. Siswa memperoleh hasil yang tidak memuaskan a. Meminta untuk membaca kembali soal agar paham atau memberikan clue atau kata bantu
b. Memberi semangat untuk belajar lebih giat
3 Membiasakan sholat dhuhur berjama’ah a. Anak tidak sholat dhuhur
b. Tempat wudhu penuh
c. Tidak membawa alat sholat a. Menanyai alasan tidak sholat dhuhur dan memberi nasehat kepada anak yang tidak sholat dhuhur
b. Mengatur anak agar dapat tertib bergiliran dalam segala hal
c. Meninjau prasarana alat sholat di masjid sekolah
4 Menerapkan Metode pembelajaran Short Card yang digabungkan dengan TGT (Team Games Tournament) a. Kurangnya materi pelajaran
b. Anak kurang dapat menyimpulkan kelompok card short
c. Anak kurang berpartisipasi dalam group a. Menggali materi pembelajaran yang akan dibuat card short supaya dapat dikelompok-kelompokkan
b. Memberikan clue dan kunci pembahasan serta bimbingan agar pembelajaran berjalan lancar
c. Memberikan arahan agar anak aktif dalam group
5 Melaksanakan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca Tulisan arab/ Al Qur’an a. Anak tidak mau ikut pendampingan
b. Bahan ajar kurang dapat dipahami a. Menanyai latar belakang anak tidak ikut pendampingan dan n mengingatkan akan tujuan pendampingan
b. Menyederhanakan bahan ajar agar mudah dipahami anak
BAB IV
HASIL KEGIATAN AKTUALISASI - HABITUASI
Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN sebagai guru Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban dilaksanakan selama off campus terhitung mulai tanggal 25 April 2019 – 10 Juni 2019. Nilai – nilai ANEKA tersebut telah diinternalisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi pada unit kerja penulis, khususnya dalam menyelesaikan isu Optimalisasi Peran Guru dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di Bidang Mapel Agama Islam di SMP Negeri 3 Mojolaban. Terdapat lima (5) kegiatan yang telah dirancang dan dilakukan, dan jadwal pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan perencanaan. Setelah berada di lapangan maka ada kegiatan tambahan yaitu pembuatan modul belajar membaca tulisan arab yang diberi nama “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”.
A. Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai Dasar ANEKA
1. Kegiatan Qur’an Daily
Kegiatan Qur’an Daily adalah kegiatan yang memanfaatkan waktu literasi pada setiap pagi sebelum pelajaran dimulai dengan membaca Al Qur’an (Surat pendek/ Juz Amma) selama 15 menit. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk pribadi yang religius, tekun dan gemar membaca.
Uraian kegiatan secara terperinci tercantum pada tabel 4.1 berikut.
Tabel 4.1 Capaian Kegiatan Aktualisasi 1
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Kegiatan Qur’an Daily
Tanggal Pelaksanaan 27 April, 30 April, 4 Mei, 9 Mei, 11 Mei, 14 mei, 15 Mei, 16 Mei, 18 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Menyusun lembar kegiatan Qur’an Daily.
d. Mensolisasikan kegiatan Qur’an Daily kepada siswa Kelas 7 B
e. Pelaksanaan kegiatan Qur’an Daily
f. Mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Kurang terciptanya lingkungan yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Tidak meningkatnya kebiasaan siswa dalam membaca al Qur’an
Manfaat kegiatan 1. Membiasakan anak dengan tulisan Al Qur’an
2. Menciptakan lingkungan islami yang kondusif untuk belajar
3. Memberikan waktu/ kesempatan menata anak agar lebih siap dalam menerima materi pelajaran
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Qur’an Daily turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai yang terangkum dalam tujuan sekolah yaitu “Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”.
Kendala 1. anak datang terlambat pada saat Qur’an Daily, dan terkadang datang ketika hampir selesai waktu Qur’an Daily
2. Kesusahan pengkondisian siswa yang bisa memakan waktu 10 menit, seperti menyuruh masuk, menertibkan anak, terkadang menyuruh anak melakukan piket terlebih dahulu
3. banyaknya anak yang tidak membawa juz Amma/ al Qur’an,disamping itu ASN hanya menyediakan 2 buah juz Amma sehingga kurang optimal
2. Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam
Pengayaan soal-soal PAI adalah kegiatan membiasakan siswa untuk mengerjakan soal-soal agar terlatih dalam menghadapi soal-soal agama Islam. Kegiatan ini mengajarkan perilaku disiplin, akuntabel, kerja keras dan tanggung jawab.
Tabel 4.2 Capaian Kegiatan Aktualisasi 2
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam
Tanggal Pelaksanaan 15 -16 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat soal sesuai dengan kompetensi dasar
c. Membagikan soal kepada siswa
d. Mengkoreksi hasil pekerjaan siswa
e. Merekap skor siswa kemudian mengkonversikan dalam bentuk nilai
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang berkembangnya prestasi belajar siswa
2. tidak terpenuhinya mutu pembelajaran Mapel Agama Islam yang baik
3. pengalaman kesulitan memecahkan soal Agama Islam belum teratasi
Manfaat kegiatan 1. Membiasakan anak menghadapi berbagai macam soal yang mungkin muncul di dalam UKK
2. Membiasakan anak untuk berlatih dan mengasah kemampuan
3. Bahan pelajaranuntuk penguasaan materi yang lebih mendalam
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Pengayaan Soal PAI turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; Menumbuhkan semangat keunggulan pada warga sekolah
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai sekolah yang terdapat pada tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras dan mandiri”.
Kendala 1. ASN masih tahap pemula memprediksi soal-soal yang mungkin muncul, sehingga hanya sedikit yang muncul di UKK
2. Hasil nilai kurang memuaskan, kemungkinan siswa tidak mempersiapkan diri dengan baik
3. Membiasakan Sholat Dhuhur Berjamaah
وَاَقِيْمُوا الصَلَاةَ وَ اَتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang yang ruku” (QS. Al Baqarah : 43)
Sholat dhuhur berjamaah adalah kegiatan religius sholat yang dilakukan bersama-sama untuk memakmurkan/ memanfaatkan masjid sekolah. Kegiatan ini mengajarkan disiplin, persatuan dan kesatuan, akuntabel dan kebajikan.
Tabel 4.3 Capaian Kegiatan Aktualisasi 3
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Sholat Dhuhur Berjamaah
Tanggal Pelaksanaan 29 April, 30 April, 9 Mei, 13 Mei, 14 Mei, 15 Mei, 16 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Mengkoordinasikan dengan wali kelas 7 B
c. Mengkoordinasikan dengan guru yang mengampu Mata Pelajaran pada Jam ke-7 dan jam ke-8
d. Mensosialisasikan kegiatan sholat dhuhur berjama’ah di sekolah, serta memahamkan siswa tentang pentingnya sholat dhuhur (sholat wajib)
e. Membuat lembar pantau sholat dhuhur
f. Pelaksanaan kegiatan sholat dhuhur berjamaah
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. kurang terciptanya lingkungan islami yang mendukung
2. Kurang terciptanya kedisiplinan
3. Kurang meningkatnya kebiasaan siswa dalam melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim
Manfaat kegiatan 1. Menciptakan suasana islami yang kondusif bagi siswa
2. Memupuk ketertiban dan disiplin dengan kegiatan wudhu serta sholat berjamaah
3. Membentuk karakter religius siswa
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Sholat Dhuhur berjamaah turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan Sekolah yaitu Meningkatkan pegamalan ajaran agama yang dianut secara benar”.
Kendala 1. Anak sering mengeluh jam istirahat kurang
2. Siswa sering bermain air dan berlama-lama ketika berwudhu
4. Menerapkan metode pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Card short adalah metode pembelajaran siswa aktif yang dapat dilakukan dengan cara membuat kartu-kartu bertopik yang dibagikan secara acak kemudian siswa berkelompok dengan sebuah topik tertentu dan siswa mencari hubungan topik tersebut sesuai dengan tema pembelajaran. Kemudian TGT adalah pembelajaran yang terdiri dari kelompok belajar yang saling berlomba meraih prestasi.
Tabel 4.4 Capaian Kegiatan Aktualisasi 4
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan pembelajaran Card short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament)
Tanggal Pelaksanaan 9 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Membuat Rencana pembelajaran Card Short yang digabungkan dengan TGT
c. Melaksanakan kegiatan pembelajaran
d. Mengevaluasi kegiatan pembelajaran
e. Merefleksi kegiatan pembelajaran
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. minat belajar siswa cenderung menurun pada mapel Agama Islam
2. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
3. Tidak berkembangnya prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam
Manfaat kegiatan 1. Menggembirakan siswa dalam mengikuti pelajaran
2. Paradigma siswa mengalami peningkatan dalam hal keaktifan belajar
3. Melatih siswa untuk berkompetisi secara adil dalam meningkatkan prestasi
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan pembelajaran menerapkan metode Card Short dan TGT turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;
Melaksanakan pembelajaran secara intensif, terjadwal, efektif dan efisien bagi guru dan siswa;
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terselenggaranya proses pembelajaran dengan disiplin, efektif dan efisien”.
Kendala 1. Waktu habis sebelum pembelajaran tuntas
2. Ruangan yang tidak memadai sehingga menggunakan ruang masjid
3. Ketika pembelajaran anak cenderung ramai sendiri dan mengantungkan kepada salah satu siswa untuk menyelesaikan pekerjaan
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa/ lancar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
خَيْرُكُمْ مِنْ تَعَلَّمَ الْقُرْ آنَ وَ عَمَّلَهُ
“Sebaik-baiknya kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori)
Kegiatan ini ditujukan untuk siswa yang masih kesulitan dalam membaca tulisan arab/ Al Qur’an. Kegiatan ini mengandung nilai kebajikan, keluwesan, orientasi mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Tabel 4.5 Capaian Kegiatan Aktualisasi 5
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan Pendampingan Terhadap Siswa yang Belum Bisa/ Lancar Membaca Tulisan Arab/ Al Qur’an
Tanggal Pelaksanaan 25 April 2019, 3 Mei, 10 Mei, 17 Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Mengkonsultasikan kegiatan dengan mentor
b. Menyiapkan sumber belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
c. Melakukan pendataan siswa yang tidak bisa membaca tulisan Arab/ Al Qur’an
d. Melaksanakan kegiatan pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
e. Mencatat kehadiran siswa pada buku presensi
f. Mengevaluasi proses pendampingan belajar membaca tulisan arab/ Al Qur’an
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka:
1. Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal pelajaran Agama Islam terutama yang mengandung tulisan arab
2. Prestasi belajar siswa dalam Mapel Agama Islam tidak berkembang
3. Pelayanan publik dalam mendapatkan mutu pembelajaran Mapel Agama Islam tidak terpenuhi dengan baik
Manfaat kegiatan 1. Sarana untuk mengatasi kesulitan siswa dalam memahami tulisan arab
2. Meningkatkan kompetansi siswa dalam membaca tulisan arab
3. Membiasakan siswa dalam membaca tulisan arab
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan Pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ Al Qur’an turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”.
Kendala 1. Anggapan siswa kegiatan ini tidak penting ketika mengikuti cenderung malas
2. Tidak menampakkan kecenderungan positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa karena kegiatan relatif singkat
6. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
Kegiatan ini sebagai langkah solusi untuk memenuhi salah satu poin kegiatan lima membuat bahan ajar untuk pendampingan membaca tulisan arab. Kegiatan ini mengandung nilai layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
Tabel 4.6 Capaian Kegiatan Aktualisasi 6
Uraian Kegiatan Keterangan
Nama Kegiatan 6. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
Tanggal Pelaksanaan April- Mei 2019
Kronologi Kegiatan a. Menyiapkan sumber belajar
b. Melakukan kajian dan inovasi
c. Membuat modul belajar
Analisis Dampak Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan maka: guru kesulitan memperoleh materi
Manfaat kegiatan 1. Inovasi dan solusi untuk modul materi pendampingan membaca tulisan arab
2. Meningkatkan kompetensi guru
Konstribusi Output pada Visi dan Misi Organisasi Kegiatan ini turut serta dalam mewujudkan visi sekolah yaitu : Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan; Serta mewujudkan misi sekolah yaitu: Meningkatkan wawasan pengetahuan keagamaan yang didasari keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Konstribusi Output Kegiatan pada Nilai-Nilai Organisasi Kegiatan ini menguatkan nilai tujuan sekolah yaitu “Terwujudnya karakter pendidikan yang religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, dan mandiri”.
Kendala Perlu perbaikan dan revisi yang disesuaikan dengan keadaan siswa
B. Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi ANEKA
Berikut ini disajikan matriks rekapitulasi aktualisasi dan habituasi ANEKA dalam tabel 4.6.
Tabel 4.6 Matriks Rekapitulasi Aktualisasi dan Habituasi Nilai-nilai ANEKA
No. Nama Kegiatan Catatan Nilai-Nilai Dasar ANEKA Jumlah
A N E K A
1. Kegiatan Qur’an Daily Tanggung Jawab
Kepercayaan Sila ke-1 butir 2 Keluwesan
Kebersamaan
Integritas Layanan Sepenuh Hati Tanggung Jawab 5
2. Pengayaan Soal-Soal Pendidikan Agama Islam Keadilan
Integritas Sila ke-2 butir 5 Keluwesan Orientasi Mutu Kejujuran 5
3. Membiasakan Sholat Dhuhur Berjamaah Kepercayaan Sila ke-1 butir 2 Keluwesan
Kebersamaan
Integritas Orientasi Mutu Kerja Keras 5
4. Menerapkan metode pembelajaran Card Short yang digabung dengan TGT (Team Games Tournament) Tanggung Jawab Sila 5 butir 9 Keluwesan Layanan Sepenuh Hati
Perbaikan Berkelanjutan Tanggung Jawab 5
5. Pendampingan Terhadap Siswa yang Belum Bisa/ Lancar Membaca Tulisan Arab/ Al Qur’an Transparansi
Integritas Sila ke-5 butir 9 Keluwesan Layanan Sepenuh Hati
Orientasi Mutu Kejujuran 5
6. Pembuatan Buku Modul Layanan sepenuh hati Perbaikan berkelanjutan 2
Jumlah 5 5 6 6 5 27
Prosentase 5/27*100% = 18.5% 5/27*100% = 18.5% 6/27*100% = 22.25% 6/27*100% = 22.25% 5/218.5*100% = 20% 100 %
Penerapan nilai – nilai dasar PNS dalam pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut :
1. Nilai dasar akuntabilitas memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar akuntabilitas diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai akuntabilitas yang paling banyak diterapkan ialah tanggung jawab, kepercayaan, keadilan, integritas, dan transparansi. Melalui penerapan nilai akuntabilitas diharapkan dapat dihabituasikan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang guru mapel.
2. Nilai dasar nasionalisme memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar Nasionalisme diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai Nasionalisme yang paling banyak diterapkan ialah Sila ke-1 butir 2, “Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, seuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing, Sila 2 butir 5, “mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, Sila 5 butir 9, “suka bekerja keras”. Hal itu menunjukkan bahwa dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ASN berpegang pada nilai dasar Pancasila.
3. Nilai dasar etika publik memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar etika publik diterapkan pada seluruh kegiatan, karena fungsi ASN sebagai pelayan publik yang tidak pernah lepas dari penilaian kepuasan publik. Seorang guru juga perlu memiliki kemampuan yang berkomunikasi yang baik terhadap siswa, guru maupun masyarakat.
4. Nilai dasar komitmen mutu memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar komitmen mutu diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mapel pendidikan Agama Islam. Nilai komitmen mutu dalam habituasi ini ialah berorientasi pada mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
5. Nilai dasar anti korupsi memiliki prosentase sebesar 20%. Nilai anti korupsi yang paling menonjol adalah tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras. Proses kegiatan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan dilakukan ASN dengan penuh kerja keras.
Aktualisasi dan habituasi nilai–nilai dasar ASN tersebut dilaksanakan untuk penyelesaian isu kurang maksimalnya guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang Mapel Agama Islam. Untuk menumbuhkan karakter ideal seorang ASN yang didasari oleh nilai ANEKA, maka tidak hanya akan berhenti sampai kegiatan aktualisasi dan habituasi. ASN akan senantiasa menginternalisasi nilai–nilai ANEKA dalam melaksanakan tugas dan fungsi sebagai seorang guru.
BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Kunci kesuksesan dalam sebuah pendidikan dan pembelajaran tidak lain adalah seorang guru. Guru memiliki peran yang penting dalam pendidikan. Dengan menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri dari ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi) dan diimplementasikan pada lima (5) kegiatan aktualisasi dalam mengoptimalisasi peran guru dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di bidang mapel agama islam. Kegiatan aktualisasi ini dibuat sebagai salah satu perwujudan nyata nilai-nilai dasar ASN dalam menjalankan tugas, yang diperoleh oleh ASN selama mengikuti kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan X Tahun 2019. Dari kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Mojolaban Kec Mojolaban Kab Sukoharjo, penulis dapat mengambil simpulan :
1. Aktualisasi lima (5) Nilai dasar ASN yaitu ANEKA di SMP Negeri 3 Mojolaban dilaksanakan melalui lima kegiatan ditambah satu kegiatan tambahan. Rincian kegiatan yang dilaksanakan oleh ASN adalah sebagai berikut.
a. Melaksanakan kegiatan Qur’an Daily
b. Melakukan pengayaan soal-soal pendidikan Agama Islam
c. Membiasakan sholat dhuhur berjamaah
d. Menerapkan metode pembelajaran card short yang digabung dengan TGT (team group tournament)
e. Melaksanakan pendampingan terhadap siswa yang belum bisa membaca tulisan arab/ al Qur’an
f. Pembuatan Buku Modul “Cara Cepat Membaca Arab Berbasis Karakter Huruf”
2. Proporsi penerapan nilai-nilai dasar ASN dalam pelaksanaan kegiatan ialah sebagai berikut:
a. Nilai dasar akuntabilitas memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar akuntabilitas diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai akuntabilitas yang paling banyak diterapkan ialah tanggung jawab, kepercayaan, keadilan, integritas, dan transparansi.
b. Nilai dasar nasionalisme memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar Nasionalisme diterapkan pada seluruh kegiatan untuk memecahkan isu. Nilai Nasionalisme yang paling banyak diterapkan ialah percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sikap tidak semena-mena terhadap orang lain, dan suka bekerja keras.
c. Nilai dasar etika publik memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar etika publik diterapkan pada seluruh kegiatan, karena fungsi ASN sebagai pelayan publik yang tidak pernah lepas dari penilaian kepuasan publik.
d. Nilai dasar komitmen mutu memiliki prosentase sebesar 20 %. Nilai dasar komitmen mutu diterapkan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa. Nilai yang paling menonjol ialah berorientasi pada mutu, layanan sepenuh hati, dan perbaikan berkelanjutan.
e. Nilai dasar anti korupsi memiliki prosentase sebesar 20%. Nilai anti korupsi yang paling menonjol ialah tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras. Proses kegiatan yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan dilakukan ASN dengan penuh kerja keras.
3. Dalam pelaksanaan kegiatan aktualisasi tidak semua berlangsung sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan dikarenakan bersamaan dengan kegiatan sekolah pendaftaran peserta didik baru melewati jallur zona lingkungan dan PIP, pelaksanaan ibadah puasa, Ujian kenaikan kelas, pesantren kilat, pengumpulan zakat fitrah, dan libur menjelang hari raya. Akan tetapi, meskipun tidak sesuai degan rencana waktu pelaksanaan, kegiatan aktualisasi berlangsung dengan lancar dan baik, serta selesai tepat pada waktu yang telah direncanakan.
4. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini menjadi salah satu penunjang dalam mewujudkan visi SMP Negeri yaitu “Unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan teknologi dan sains yang berlandaskan iman taqwa, budi pekerti luhur, dan berwawasan lingkungan”.
B. Rekomendasi
Setelah melaksanakan kegiatan aktualisasi yang terintegrasi dalam lima ( 5) nilai dasar ASN yaitu nilai dasar ANEKA di SMP Negeri 3 Mojolaban Kec. Mojolaban Kab. Sukoharjo, penulis merekomendasikan sebagai berikut :
1. Diri sendiri
Bagi ASN sendiri diharapkan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Selain itu, ASN dianjurkan melakukan setiap kegiatan dengan menanamkan nilai-nilai dasar profesi ASN, sehingga tidak hanya berhenti ketika pelaksanaan latsar tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
2. Guru
Sebagai ASN dalam melaksanakan tugas, hendaknya secara total dan loyalitas yang tinggi. Tugas-tugasnya juga dilaksanakan dengan memegang prinsip nilai-nilai ANEKA sehingga visi misi organisasi dapat tercapai dengan baik.
3. Sekolah
Pihak sekolah seyogyanya selalu memberikan dukungan terhadap guru dalam melaksanakan setiap kegiatan yang bersifat meningkatkan mutu peserta didik, pendidik, serta kualitas pelayanan pendidikan.
4. Masyarakat
Masyarakat diharapkan dapat bekerjasama dengan baik secara sinergis dalam mewujudkan pencapaian visi dan misi sekolah.
C. Rencana Aksi
Kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka aktualisasi memberikan manfaat positif bagi siswa, guru, sekolah, dan masyarakat . Oleh karena itu diperlukan adanya rencana aksi lanjut demi keterlaksanaan kegiatan secara berkelanjutan. Rencana aksi aktualisasi nilai dasar ASN merupakan rencana kegiatan yang dilaksanakan setelah kegiatan-kegiatan aktualisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya, berupa kegiatan pengembangan, perbaikan dari pelaksanaan aktualisasi dan habituasi.
Berdasarkan hasil kegiatan aktualisasi, manfaat, masalah dan dampak yang terjadi, maka kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan senantiasa menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA untuk terus meningkatkan kinerja akan mendorong terwujudnya visi dan misi SMP Negeri 3 Mojolaban. Rencana aksi untuk perbaikan berkelanjutan antara lain sebagai berikut :
Tabel 5.1 Rencana Aksi
No. Kegiatan dan Nilai- Nilai yang Dilanjutkan Rencana Aksi Pelaksanaan Kegiatan Waktu Pelaksanaan
1. Qur’an Daily sebelum pelajaran dimulai (Akuntabilitas, Anti Korupsi, Komitmen Mutu) Melaksanakan membaca surat –surat pendek pada jam literasi sebelum pelaksanaan pelajaran dengan konsisten, kedisiplinan, dan orientasi mutu Setiap hari kecuali senin, jum’at dan hari-hari tertentu.
2. Pengayaan Soal-Soal PAI (Akuntabilitas, Etika Publik, komitmen mutu) Melakukan pengayaan soal-soal dalam waktu tertentu, setelah materi disampaikan bertujuan untuk pendalaman materi pelajaran dengan profesional, peduli dan effektif Periodik, setelah materi selesai
3. Sholat Dhuhur Berjama’ah (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Anti korupsi) Sholat Dhuhur berjama’ah pada jam istirahat ke-2 di sekolah adalah nuansa keislaman yang harus dilestarikan untuk memupuk rasa tanggung jawab, persatuan, kebersamaan dan kepedulian, serta kedisiplinan Setiap hari kecuali hari jum’at dan sabtu
4. Penggunaan Metode Card Short danTGT (Akuntabilitas, Komitmen mutu) Penggunaan metode pembelajaran yang bervaariatif sangat penting dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa secara profesional dan berorientasi pada mutu Metode pembelajaran inovatif dilaksanakan pada setiap pelajaran dengan variasi dan pengembangan yang disesuaikan dengan materi
5. Pendampingan terhadap siswa yang belum lancar membaca tulisan arab/ ar Qur’an Pendampingan ini dilaksanakan setelah pelajaran di hari jum’at sebagai hari yang pendek selama 1 jam pelajaran/ 35 menit Setelah pulang sekolah di hari jum’at
DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.Pembinaan Sekolah Dasar.2016. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD) Edisi Revisi. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Akuntabilitas. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Anti Korupsi. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Etika Publik. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Komitmen Mutu. Modul pendidikandan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Lembaga Administrasi Negara. 2015. Nasionalisme. Modul pendidikan dan pelatihan prajabatan golongan II dan III. Jakarta:Lembaga Administrasi Negara.
Visi Misi Bupati Sukoharjo. 2019. www. sukoharjokab.go.id /v2/id/p/visi-dan-misi .diakses tgl 20 April 2019.
Comments
Post a Comment